Minggu, 04 Maret 2012

= Tujuan Hidup =







Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....


Bissmillah.....




Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga, para sahabat dan yang mengikutinya dengan baik hingga hari pembalasan.

Masih ada segelintir orang yang muncul dalam dirinya pertanyaan seperti ini, bahkan dia belum menemukan jawaban dari pertanyaan ini hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. “Untuk tujuan apa sih, kita diciptakan di dunia ini?”, demikian pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya. Lalu sampai-sampai dia menanyakan pula, “Kenapa kita harus beribadah?” Sempat ada yang menanyakan beberapa pertanyaan di atas kepada kami melalui pesan singkat yang kami terima. Semoga Allah memudahkan untuk menjelaskan hal ini.

Saudaraku ... Inilah Tujuan Engkau Hidup Di Dunia Ini

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Saudaraku ... Jadi, Allah tidaklah membiarkan kita begitu saja. Bukanlah Allah hanya memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan, “Apakah kalian diciptakan tanpa ada maksud dan hikmah, tidak untuk beribadah kepada Allah, dan juga tanpa ada balasan dari-Nya[?] ” (Madaarijus Salikin, 1/98) Jadi beribadah kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin, manusia dan seluruh makhluk. Makhluk tidak mungkin diciptakan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang. Allah Ta’ala berfirman,
أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).
Imam Asy Syafi’i mengatakan,
لاَ يُؤْمَرُ وَلاَ يُنْهَى
“(Apakah mereka diciptakan) tanpa diperintah dan dilarang?”.
Ulama lainnya mengatakan,
لاَ يُثاَبُ وَلاَ يُعَاقَبُ
“(Apakah mereka diciptakan) tanpa ada balasan dan siksaan?” (Lihat Madaarijus Salikin, 1/98)

Bukan Berarti Allah Butuh pada Kita, Justru Kita yang Butuh Beribdah pada Allah

Saudaraku, setelah kita mengetahui tujuan hidup kita di dunia ini, perlu diketahui pula bahwa jika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya, bukan berarti Allah butuh pada kita. Sesungguhnya Allah tidak menghendaki sedikit pun rezeki dari makhluk-Nya dan Dia pula tidak menghendaki agar hamba memberi makan pada-Nya. Allah lah yang Maha Pemberi Rizki. Perhatikan ayat selanjutnya, kelanjutan surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,
مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)

Jadi, justru kita yang butuh pada Allah. Justru kita yang butuh melakukan ibadah kepada-Nya.

sahabatku... Semoga kita dapat memperhatikan perkataan yang sangat indah dari ulama Robbani, Ibnul Qoyyim rahimahullah tatkala beliau menjelaskan surat Adz Dzariyaat ayat 56-57.

rahimahullah mengatakan,“Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidaklah menciptakan jin dan manusia karena butuh pada mereka, bukan untuk mendapatkan keuntungan dari makhluk tersebut. Akan tetapi, Allah Ta’ala Allah menciptakan mereka justru dalam rangka berderma dan berbuat baik pada mereka, yaitu supaya mereka beribadah kepada Allah, lalu mereka pun nantinya akan mendapatkan keuntungan. Semua keuntungan pun akan kembali kepada mereka. Hal ini sama halnya dengan perkataan seseorang, “Jika engkau berbuat baik, maka semua kebaikan tersebut akan kembali padamu”. Jadi, barangsiapa melakukan amalan sholeh, maka itu akan kembali untuk dirinya sendiri. ” (Thoriqul Hijrotain, hal. 222)

Jelaslah bahwa sebenarnya kita lah yang butuh pada ibadah kepada-Nya karena balasan dari ibadah tersebut akan kembali lagi kepada kita.

Apa Makna Ibadah?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Dalam ibadah itu terkandung mengenal, mencintai, dan tunduk kepada Allah. Bahkan dalam ibadah terkandung segala yang Allah cintai dan ridhoi. Titik sentral dan yang paling urgent dalam segala yang ada adalah di hati yaitu berupa keimanan, mengenal dan mencintai Allah, takut dan bertaubat pada-Nya, bertawakkal pada-Nya, serta ridho terhadap hukum-Nya. Di antara bentuk ibadah adalah shalat, dzikir, do’a, dan membaca Al Qur’an.” (Majmu’ Al Fatawa, 32/232)

Semua Makhluk Merealisasikan Tujuan Penciptaan Ini

Perlu diketahui bahwa irodah (kehendak) Allah itu ada dua macam.

Pertama adalah irodah diniyyah, yaitu setiap sesuatu yang diperintahkan oleh Allah berupa amalan sholeh. Namun orang-orang kafir dan fajir (ahli maksiat) melanggar perintah ini. Seperti ini disebut dengan irodah diniyyah, namun amalannya dicintai dan diridhoi. Irodah seperti ini bisa terealisir dan bisa pula tidak terealisir.

Kedua adalah irodah kauniyyah, yaitu segala sesuatu yang Allah takdirkan dan kehendaki, namun Allah tidaklah memerintahkannya. Contohnya adalah perkara-perkara mubah dan bentuk maksiat. Perkara-perkara semacam ini tidak Allah perintahkan dan tidak pula diridhoi. Allah tidaklah memerintahkan makhluk-Nya berbuat kejelekan, Dia tidak meridhoi kekafiran, walaupun Allah menghendaki, menakdirkan, dan menciptakannya. Dalam hal ini, setiap yang Dia kehendaki pasti terlaksana dan yang tidak Dia kehendaki tidak akan terwujud. Jika kita melihat surat Adz Dzariyat ayat 56,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Tujuan penciptaan di sini termasuk irodah diniyyah. Jadi, tujuan penciptaan di sini tidaklah semua makhluk mewujudkannya. Oleh karena itu, dalam tataran realita ada orang yang beriman dan orang yang tidak beriman. Tujuan penciptaan di sini yaitu beribadah kepada Allah adalah perkara yang dicintai dan diridhoi, namun tidak semua makhluk merealisasikannya. (Lihat pembahasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 8/189)

Dengan Tauhid dan Kecintaan pada-Nya, Kebahagiaan dan Keselamatan akan Diraih

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Tujuan yang terpuji yang jika setiap insan merealisasikannya bisa menggapai kesempurnaan, kebahagiaan hidup, dan keselamatan adalah dengan mengenal, mencintai, dan beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada-Nya. Inilah hakekat dari perkataan seorang hamba “Laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah)”. Dengan kalimat inilah para Rasul diutus dan semua kitab diturunkan. Suatu jiwa tidaklah menjadi baik, suci dan sempurna melainkan dengan mentauhidkan Allah semata.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, 2/120)

Kami memohon kepada Allah, agar menunjuki kita sekalian dan seluruh kaum muslimin kepada perkataan dan amalan yang Dia cintai dan ridhoi. Tidak ada daya untuk melakukan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan yang haram melainkan dengan pertolongan Allah.

= Ketika harus Memilih =






Assalamu'alaikum sahabat fillahku......


Aku pernah berfikir, bhw setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih. Kekasih yg akan terus bersamanya, sehidup semati, dlm suka maupun duka tak akan terpisahkan.


Sekarang, aku memilih amal sholeh sbg kekasihku. Krn ternyata hanya amal sholeh-lah yg akan trus menemaniku, bersamaku, bahkan menemaniku dlm kuburku..., kemudian amal sholehku pula lah yg menemaniku menghadap Allah.


Aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan maslah dgn manusia lain, shg wajar jika manusia memiliki musuh masing2. Kini aku memilih menjadikan setan sbg musuh utamaku, shg aku lebih memilih melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati, dan permusuhanku dgn manusia lain.



Aku pernah selalu kagum pd manusia yg cerdas, dan yg berhasil dlm karir, atau kehidupan duniawinya. Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bhw manusia hebat dimata Allah, adlh hanya manusia yg bertaqwa. Manusia yg sanggup taat kpd aturan main Allah dlm menjalankan hidup n kehidupannya


Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim padaku, menggunjingkan aku, menyakiti aku dgn kalimat kalimat sindiran yg disengaja utk menyakitiku. Sekarang aku memilih utk bersyukur dan berterima kasih, ketika meyakini bhw akan ada transfer pahala dr mereka untukku jika aku ma...mpu bersabar. Dan aku memilih tdk lagi harus khawatir, krn harga diri manusia hanyalah akan jatuh dimataNya, ketika dia rela menggadaikan dirinya utk mengikuti hasutan setan.


Dulu aku yakin, dgn hanya khatam Al Qur'an ber- kali2 maka jiwaku akan tercerahkan. Kini aku memilih utk mengerti dan memaknai artinya dgn menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan mengamalkan nya dlm keseharianku, maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan.



Ketika aku harus memilih, bantu aku Yaa Rabb, utk selalu memilih yg benar dimataMu......

hidup ini adalah pilihan lantas apa yang anda pilih.....?


= Kisah Perjuangan Nabi Muhammad Saw 4 =


= TTM =





Teman Tapi Mesra
----------------------------------

Assalamu'alaikum sahabat fillah...jangan berfikir negatif dulu yach...dengan tema kali ini...menurut anda semua gimana si cara berteman yang baik...?

Teman tapi mesra. Emang harus begitu kalau berteman.....???
Iya… harus….. Harus penuh kemesraaan dalam kita berteman. Artinya, kita mencintai karena Allah, dan membenci karena Allah. Jadi kalau sayang tidak membabi buta, dan bencipun ga sampai membabi buta. Maksudnya segala sesuatunya berlandaskan rahmat Allah SWT.

Dalam Islam sendiri ada beberapa adab yang musti dilakukan kepada sesama, bahkan kepada orang berbeda agama sekalipun. Kepada mereka kita punya etika. Apalagi kepada kita yang seiman. Jadi semua ada aturannya untuk pertemanan.

Ada beberapa yang perlu disampaikan, tapi mungkin ga bisa semuanya yah…

Yang pertama adalah mengucapkan salam bila bertemu. Karena salam itu sebuah doa, ketika salam itu bukan hanya di bibir. Tapi juga dalam perbuatan dan sikap. Karena dalam salam itu kan mendoakan, selamat keselematan bagimu, rahmat dan berkah Allah.

Bahkan Islam sendiri mengatur, kepada siapa dia mengucapkan salam. Iya toh…?? Yang berdiri kepada yang duduk, yang muda kepada yang tua, yang sedikit kepada yang banyak, yang berkendara kepada yang jalan kaki. Diatur betul-betul.

Yang kedua, jika ia bersin, dan membaca Alhamdulillah, lalu kita kembali mendoakannya. Yarkhamukallah, kalau kepada laki-laki, kalau kepada perempuan, Yarkhamukillah. Jadi kalau ada orang bersin bukan cuma kita ketawaain aja. Dan yang bersin juga bukan dengan suara yang aneh-aneh…. Tahu asin, misalnya.

Kemudian yang ketiga, menjenguknya bila ia sakit. Ini merupakan kemesraan yang dahsyat luar biasa. Menunjukan kerdalaman persahabatan itu sendiri. Namanya sahabat sakit, ditengokin, ini betul-betul luar biasa, meskipun terlihat sepele. Dan ini ga peduli kepada muslim atau non muslim.

Keempat apabila dia meninggal, kita ikut menyaksikannya. Kita ikut mengantarkannya ke kuburan. Sampai sedalam itu.

Kemudian kelima, ketika kita pernah mendengar dia bersumpah, kita punya kewajiban untuk membebaskan sumpahnya.

Keenam, memberikan nasehat apabila dia memerlukannya.

Kemudian ketujuh, mencintai apa yang ia cintai. Misalkan dia berteman dengan si A. Maka kita usahakan agar kita juga berteman dengan si A. Dan kita memberikan haknya dengan baik pula.

Kemudian kedelapan kita menolong dan tidak menelantarkannya.
Memilih sahabat, salahkah??

Seandainya saya dalam bersahabat memilih-milih orang menjadi sahabat saya, Betul ngga yang seperti ini??

Yaaa… nggak salah juga. Karena berteman itu boleh dengan siapa saja. Tapi bersahabat memang harus memilih. Artinya, sebagai sahabat kan dimana kita tahu rahasia dia, dia tahu rahasia kita. Dan itu kan tidak bisa ke semua orang. Saling tahu kekurangan satu sama lain. Itu kan musti dibatasin.

Lalu kalau yang seperti itu dibilang, oh kamu milih-milih ya. Lalu apa bisa setiap orang masuk dan menginap di rumah kita. Kan ngga? Cuma sahabat dekat aja yang bisa menginap di rumah kita, dan kita bisa menginap di rumah dia.

Bahkan Rasul menganjurkan kita untuk bersahabat dengan orang yang cerdas, orang yang pintar, orang yang sholeh. Dan ini bisa berpengaruh. Misalnya kita ga suka puisi. Karena teman kita suka puisi, lama-lama kita juga akan terbawa suka puisi juga. Baju juga… kadang sampai dimirip-miripin, dicocok-cocokin.
Bagaimana dengan kebiasaan saling pinjam??

Tapi juga jangan sampai muncul kecenderungan untuk meminjam sesuatu. Maksudnya, kepada hal-hal yang sifatnya sangat pribadi, sangat privacy, seorang sahabat juga dianjurkan mempunyai batasan.

Aku udah biasa soal pinjam meminjam baju ama teman, itu bagaimana? Lebih baik berikan. Daripada mondar-mandir, dibadan dia, di badan kita, maaf, takut dia punya panu, atau kita punya kurap, itu akan berpindah.

Bukannya kita ketakutan dia punya penyakit, ngga. Jauh lebih baik berikan. Toh kita juga seneng, apa yang kita kasih dipakai ama temen kita. Tapi mestinya tahu diri dong… mentang mentang lebih baik berikan, kita atau temen kita jadi sering-sering ngomong minjem…. bangkruuut dooong. Harus punya batasan. Apalagi termasuk CD, itu kan sangat privacy, ngga mungkin lah kita pinjem-pinjeman itu.
Bolehkan marah ama sahabat?

Mungkin yang paling vital adalah ketika marah. Saking deketnya kita malah kadang makin mudah tersinggung. Misalnya kita mencintai seorang yang sama. Kita suka ke si A, tapi temen kita lebih suka lagi ke A. Kita sebaiknya mengalah, meskipun.. hhhuuuhhhuuuuuh… Karena kalau hal itu terjadi, bisa saja pertemanan kita yang kacau dan hancur.

Tidak dihalalkan bagi kamu memusuhi saudara kamu, lebih dari tiga hari tiga malam. Jadi kalau musuhan cukup tiga hari aja, abis itu baikan, dan musuhan tiga hari lagi… nggaa,… hahaha… ngga…

Disini artinya Allah juga memperhatikan, kita punya sifat manusiawi, kita punya marah, kita punya kecewa, menampakan ego. Nah kalau TTM nya seperti dalam lagu Teman Tapi Mesranya Ratu, itu jelas mengarah ke hal-hal yang negatif. Iya ngga??
Dan jelas itu dilarang..........hehehe...jadi dah faham kan maksud dari TTM yg ana ucapkan......
silahkan saling berbagi dlm bentuk tag dan bantu sesama teman yang membutuhkan,tak lupa salam senyum penuh kasih damai dari ana selalu........piiiiiiiiiiiizzzzzz........(^_^)

by:shalsyabela
------------------------------------------

Sabtu, 03 Maret 2012

= Tawakal =




                                          Dayung perahu terus terkayuh..

                          Menapak langkah demi langkah perjalanan..
 
Kembali siaga hadapi segala rintangan..
                                       Meski tak bisa ku pungkiri..
Badai baru saja berlalu..

                                     Perjalanan ini masih panjang..


Allah..hanya dengan-Mu..
                                         
                                          Sugesti sujud berkesinambungan..

                              Aku mohon ampunan..

                                                     
                                              Saat ini ujian-Mu ku jalani..

                          Ku telusuri hikmah pasti..

Di balik kelambu kuasa-mu..


                                               Rakhmat yang Kau beri..

                                       Bak pasir pesisir pantai..

                                                 Ku pungut satu persatu..

                                               Butir demi butir..

                                                             Ku jadikan “Gumpalan keyakinan”..


                                                   Hanya Engkau yang Maha tahu

Ya…Robbi..

Isi hati diri ini..

Tulus iklas ku..

Karunia-Mu..

Kau tenggerkan pada ku..

Jadi bekal perjalanan ini..

= 4 Tips Menjaga Klrg Harmonis =







4 Kunci Rumah Tangga Harmonis
-----------------------------------------

Oleh: Mochamad Bugi


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,sahabat fillah..buat yang sudah menikah dan calon mempelai dan pengantin baru,ada tips khusus buat anda smua bagaimana dalam menjaga klrg yang harmonis...


Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.


Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.


Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.


Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.

Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.


Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:


1. Jangan melihat ke belakang


Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.


Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.


Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.



2. Berpikir objektif


Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.


Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.


Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.


Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.


3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya


Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.


Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.


Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.


4. Sertakan sakralitas berumah tangga


Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.


Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.


Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata.  Insya Allah moga bermanfaat dan silahkan dicoba yach..

.met malam ahad moga hari ini seindah harapanmu,salam senyum santun ana selalu.....(^_^)

Jumat, 02 Maret 2012

= 13 Kunci Kebahagiaan dlm Islam =



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Bismillah....

Semua orang ingin bahagia. Tapi sedikit yg berusaha melakukan sebab-sebab bagi tercapainya bahagia. Dengan kata lain mereka tak mau menyentuh kunci bahagia. Sama seperti dikatakan penyair “Kesuksesan yg kau ingini Namun usahamu tak berarti sedikit sekali Sungguh perahu itu tak mungkin berlabuh di permukaan tanah kering”

Sesungguhnya ada banyak kunci bahagia. Paling tidak ada 12 hal yg bila kita melakukannya kita akan bahagia.

Iman kepada Allah dan beramal shaleh. Allah berfirman “Siapa saja yg beramal kebajikan baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman maka Aku akan hidupkan mereka dalam kehidupan yg baik.” “Siapa saja beriman kepada Allah dan hari Akhir serta beramal shaleh mereka tidak pernah takut dan tidak pernah bersedih.” . Abu Yahya Shuhaib bin Sinan Ra. meriwayatkan Rasulullah Saw. bersabda

 “Sungguh mengherankan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya baginya memberikan kebaikan hal ini tidak dimiliki oleh seorangpun melainkan oleh seorang mukmin. Bila mendapatkan harta atau kesuksesan selalu bersyukur maka jadilah itu kebaikan baginya dan bila mendapatkan kesengsaraan dia selalu bersabar dan itupun menjadikan kebaikan baginya.”


Pengaruh iman dalam kehidupan sangat mnyata sekali. Ketika diinterogtasi di Damaskus dgn berbagai bentuk penyiksaan yg keji Ibnu Taimiyah Rahimahullah malah mengatakan “Apa yg diperbuat musuh-musuhku itulah surgakupenjara bagiku adl tempatku menyepi dan penyiksaan terhadapku itulah syahadahku sedang pengusiran terhadapku itulah tamasyaku.” Ucapan ini tentu tak akan keluar kecuali dari seorang yg benar-benar telah menghunjam kuat imannya di dalam dada.


Beriman kepada Qadha dan Qadar Qadha dan qadar baik buruknya semua adl datang dari Allah. Ketahuilah bila ada musibah menimpa dirimu maka itu bukanlah krn kesalahanmu dgn kata lain kesalahan yg kamu lakukan tidak mesti menyebabkan musibah bagimu di dunia. Karena semua telah ada dalam ketentuan Allah Ta’ala.


Ridha dgn bagian rezki dari Allah dan menerima berbagai kemungkinan yg bakal ditimpakan Allah padanya. Maka siapa saja yg tidak beriman kepada qadha dan qadar dia pasti hancur.


Sebagai contoh krn keimanan kepada qadha dan qadar adl kisah urwab bin Zubair. Kaki beliau terkena penyakit kanker sehingga harus diamputasi . Keadaan itu beliau terima dgn tabah. Ketika dokter menyarankan agar beliau minum khamar agar mengurangi rasa sakit saat diamputasi beliau menolak. Beliau berkata aku tunjukkan cara lain yakni tatkala aku sedang shalat maka kerjakanlah apa yg anda inginkan krn hati tatkala sedang bergantung kepada Allah maka tidak akan merasa dgn apa yg sedang mengenai dirinya. 


Benar tatkala urwah sedang bertakbir dan shalat operasipun dilakukan beliau tidak bergerak sedikitpun dan amputasi itu pun berhasil dgn baik.” Allahu Akbar”. Itulah buah iman yg sungguh-sungguh kepada qadha dan qadar. “Dan tidak akan diberikan sifat itu kecuali kepada oarang-orang yg sabar dan tidak diberikan melainkan kepada orang yg mempunyai kebahagiaan.”


Faham Ilmu Syariat Para ulama yg mengenal Allah merekalah orang-orang yg berbahagia. Mereka tidak memikirkan kecuali tentang berbagai ilmu yg diberikan Allah padanya.
Adalah abu Al hasan Az Zahid krn keberaniannya menentang penguasa zhalim Mesir di masanya Ahmad Toulun maka ia dimasukkan ke dalam kerangkeng singa. Seketika singa yg lapar itu meraung dan mendekat. Abu Al Hasan tetap tenang duduk tidak bergerak dan tidak mempedulikan. Orang-orang yg menyaksikan sudah tampak tegang. Ada yg ketakutan krn pemandangan yg amat mengerikan bahkan ada yg sampai menangis. Singa itu maju mundur mendekatinya kadang meraung lalu diam. Sesudah itu ia mengangguk-anggukkan kepalanya mendekat kepada Abul Hasan lalu menciumnya dan pergi tanpa berbuat apa-apa. Orang-orangpun spontan berteriak dgn takbir dan tahlil.


Apa yg lbh hebat dari itu? tatkala Ibnu Toulon bertanya kepada Abu Al Hasan tentang apa yg ada di dalam benaknya ketika itu ia menjawab “Aku berfikri tentang air liur singa tersebut seandainya mengenaiku. Apakah najis atau tidak?” Apa kamu tidak takut kepada singa? tanya Ibnu Toulon. Tidak krn sesungguhnya Allah melindungiku.” Inilah kebahagiaan yg nyata yg dihasilkan oleh iman dan ilmu yg bermanfaat. Inilah kelapangan yg selalu diburu oleh tiap manusia.


Banyak Dzikir dan membaca Al Qur’an Allah berfirman “Ketahuilah dgn dzikir kepada Allah akan tenanglah hati.” . Orang yg selalu dzikir dan ingat kepada Allah akan bahagia dan tenang hatinya. Sedangkan orang yg berpaling dari ingat kepada Allah maka ia akan hidup dalam kesusahan dan kesedihan. “Dan siapa saja yg berpaling dari ingat kepada Tuhan yg Pemuarah niscaya kami tentukan bagtinya setan maka jadilah ia teman yg tidak terpisah baginya.” “Dan siapa saja yg berpaling dari dzikir kepada Aku maka adl baginya penghidupan yg sempti dan kami akan kumpulkan dia pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” “Maka kecelakaan bagi mereka yg beku hatinya dari mengingat Allah Mereka itu dalam kesesatan yg nyata.” {Az Zumar 220


Dalam Al Qur’an banyak ditemukan ayat-ayat yg membicarakan kedudukan hati yg lapang di antaranya “Tuhanku lapangkanlahn dadaku.” “Bukankah Akuy telah lapangkan bagimu dadamu?” “Siapa saja yg Allah menghendaki akan memberikan padanya hidayah niscaya Allah akan lapangkan dadanya utk menerim islam.” “Maka apakah yg Allah lapangkan dadanya utk memeluk islam yaitu orang yg berjalan atas nur dari Tuhannya sama dgn yg beku hatinya?”
Kelapangan dada dan mencarinya termasuk tanda-tanda kebahagiaan dan sifart orang-orang yg berbahagia.


Berbuat Baik kepada Manusia Ini adl fakta. Orang yg suka berbuat baik kepada manusia dialah orang yg paling berbahagia serta yg paling diterima hidupnya di atas bumi.
Memandang urusan dunia lbh rendah daripada urusan Akherat. Dalam hal ini Rasulullah Saw. bersabda “Lihatlah orang-orang yg di bawah kamu dan janganlah kamu melihat kepada orang yg lbh tinggi darai kamu. Maka hal itu akan lbh pasti utk meremehkan ni’mat Allah.” . Ini adl dalam urusan keduniaan krn bila kita ingat ada orang yg lbh rendah dari kita maka kita akan mengetahui betapa besar ni’mat Allah yg diberikan kepada kita. Adapun dalam urusan akherat maka hendaknya kita melihat kepada orang-orang yg lbh tinggi dari kita agar kita sadar akan kelemahan dan kekutangan kita. Jangan kita melihat orang yg hancur dan sebab-sebab kehancurannya tetapi lihatlah orang yg selamat dan bagaimana keselamatan itu diraih.


Tidak tamak dunia dan selalu siap mati. Syaikh Abdurrhaman As Sa’di rahimahullah pernah berkata “Hidup itu pendek oleh krn itu janganlah dipendekkan lagi dgn lamunan dan perbuatan dosa.”
Benar bahwa hidup ini sangatlah pendek oleh krn itu kita harus tidak menemabah kependekan itu ini dgn kebencian angan-angan yg jahat dan perbuatan dosa.


Yakin kebahagiaan hakiki bagi seorang mukmin adl di akherat walaupun di dunia tidak bahagia. Allah berfirman “Adapun orang-orang yg berbahagia maka dalam SurgaKu lah mereka keadaan mereka kekal padanya selama langit dan bumi dikehendaki oleh Tuhanmu sebagai suatu pemberian yg tidak putus.” . Rasul Saw. bersabda “Dunia ini penjara bagi mukmin dan Surga bagi orang kafir.” Tentanng hadits ini ada kisah menarik dari Ibnu Hajar Al Asqalani. Suatu ketika beliau yg tampak berseri-seri dicegat oleh seorang Yahudi yg sedang dilanda kesedihan hebat. Orang Yahudi itu bertanya “Bagimana anda menafsirkan ucapan Rasul Saw. 

“Dunia ini penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir? Kini anda tahu aku dalam keadaan sedih sedangkan aku kafir dan anda dalam keadaan bahagia sedangkan anda mukmin?”. Ibnu Hajar menjawab “Anda dgn kesedihan dan kemiskinan termasuk berada dalam Surga dibandingkan akheratmu yg penuh dgn siksa yg pedih . Sedangkan aku maka dgn kesenangan dunia ini termasuk penjara dibandingkan dgn keni’matan yg sedang menungguku di Surga.” Orang Yahudi itu menjawab “Apakah demikian?” Ibnu Hajar menjawab “Ya.” Maka orang itu pun menyatakan “Aku bersaksi tidak ada Tuhan yg berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adl utusan Allah.”


Bersabahat dgn Orang Shaleh Pengaruh kawan sungguh sangat besar. Karena itu Nabi Saw. bersabda “Perumpamaan teman yg baik dgn teman yg buruk adl laksana pembawa minyak dan pekerja pandai besi.
Yakin perbuatan jahat orang lain akan menjadi kebaikan bagi dirinya maka maafkanlah dia. Ibrahim Ataimi berkata “Sesungguhnya ada seorang laki-laki mendzhalimiku maka aku mengasihinya.” Diriwayatkan ada beberapa ulama dan juga banyak orang yg berbuat jahat kepada Ibnu Taimiyah sehingga beliau dipejarakan di iskandariyah. Setelah keluar dari penjara ada yg bertanya adakah kamu ingin membalas orang yg berbuat jahat padamu? Beliau menjawab aku bebaskan siapa saja yg telah berbuat zhalim kepadaku dan aku maafkan. Ibnu Taimiyah telah membebaskan semuanya krn beliau tahu hal itu akan membuatnya bahagia di dunia dan akherat.


Seorang salaf mendengar ada seorang yg ghibah atas dirinya. Maka orang salaf tadi memilih suatu hadiah yg menarik. Pergilah ia kepada orang yg berbuat ghibah itu dan diberikannya hadiah tadi. Ketika ditanya tentang sebab pemberian hadiah itu ia menjawab Rasulullah Saw. bersabda “Siapa saja yg berbuat kebajikan atasmu maka berilah dia imbalan. Sesungguhnya anda telah memberikan hadiah kepadaku dari kebajikanmu sedangkan aku tidak punya kebajikan yg dapat aku berikan padamu kecuali kebaikan dunia. “ Maha Suci Allah.



= Perbedaan dzikir & wirid =


Perbedaan DZikir dan Wirid


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah.....

Banyak yang bingung dalam membedakan antara kata Dzikir denganWirid. Bagaimana sih perbedaan antara dzikir dengan wirid? Berikut ini ulasan pengertian dzikir dan wirid serta "perbedaan" antara keduanya.


Dzikir, dalam bahasa arab berarti "mengingat". Dzikir didalam Al-Qur'an diartikan sebagai "mengingat Allah". Bisa dilihat dalam firman-NYA:


33.41. Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya


Didalam Al-Qur'an tidak disebutkan kapan waktu khusus untuk ber-dzikir (mengingat) Allah. Akan tetapi yang sering adalah perintah untuk ber-dzikir (mengingat) Allah, kapanpun, tidak bergantung pada waktu.
Setiap orang yang beriman diwajibkan untuk senantiasa berdzikir, karena jika lalai dalam ber-dzikir, maka ia termasuk dalam orang-orang yang merugi, seperti dalam firman-NYA : 


63.9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.


Bagaimana dengan Wirid?


Kata wirid sebenarnya adalah berasal dari bahasa Melayu yang berarti di-ulang-ulang.
Awal mula pemakaian kata wirid, adalah pada saat penyebaran agama islam di Nusantara. Wirid digunakan sebagai kata untuk menjelaskan tata cara pembacaan kalimat-kalimat Allah yang dilakukan secara berulang-ulang, diwaktu-waktu tertentu, dengan tujuan tertentu (hajat). Hal ini masih bisa dilihat pada para pelaku tarikat yang membaca kalimat-kalimat Allah tertentu (mis:Laa ilaaha illallaah).


Jadi sebenarnya perbedaan antara kata Dzikir dan Wirid hanya pada waktu dan tujuannya. Dzikir dilakukan kapan saja dan bertujuan murni untuk mengingat Allah. Sedangkan Wirid diartikan sebagai ritual mengucapkan kalimat Allah diwaktu-waktu tertentu dengan tujuan tertentu (mis: hajat).


Lalu bagaimanakah hukumnya dengan wirid, sebagai sebuah amalan ibadah?


Jika disandarkan dengan hadits berikut:


"Rasulullah bersabda : ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat : ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit." (HR Bukhari dan Muslim)


Maka berarti wirid termasuk ibadah yang diperbolehkan, selama sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah dan selama tidak melanggar perintah Allah (menggunakan Asmaul Husna).


Jadi, mari kita sama-sama tingkatkan amal ibadah kita dengan perbanyak dzikir (wirid) dan supaya kita tidak termasuk dalam golongan manusia yang merugi.


(QS:Al-Munaafiqun:9)
 Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.


(Az Zumar:23) ...kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.



(Al Ahzaab:41) Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

Kisah Perjuangan Nabi Muhammad Saw 3


Kamis, 01 Maret 2012

Jiwa yang tenang





 Puasa Menuju Jiwa yang Tenang
 ---------------------------------------


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillah...
Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surgaKu” (QS. Al-Fajr [89] : 27-30)


Sahabat fillah seiman, sungguh tiada sia-sia apapun yang Allah perintahkan pada kita. Ibadah yang kadang
kita merasa berat menjalankannya, sesunguhnya itu amat baik bagi kita, dari sudut pandang apapun termasuk kesehatan.


Sebut saja senyum, terbukti ketika kita senyum hormon endorpin akan meningkat, kondisi ini menyebabkan detak jantung dan tensi akan menurun (normal). Jika senyum menjadi kebiasaan, maka insyaAllah kita akan terhindar dari hipertensi, jantung dan stroke.


Saudaraku itu baru senyum, ibadah paling murah dan mudah.

Bagaimana dengan wudhu, sholat, puasa, sedekah, haji. Masya Allah, sungguh ada banyak hikmah kesehatan di dalamnya.


Tak heran ketika zaman terbaik sepanjang zaman, ketika Rosul saw dan para sahabat menjalankan hidup dengan penuh ibadah, ketika Islam dijalankan dengan kaffah, tak terbantahkan oleh ahli sejarah manapun bahwa mereka memiliki kesehatan yang sangat prima. Sepanjang hidupnya, Rosulullah saw terhitung hanya 1 kali sakit yaitu saat menjelang wafatnya. Rosul saw dan sahabat mampu mengalahkan musuh dalam banyak peperangan walau dalam jumlah yang sangat tak berimbang. Bukti lain, seorang thabib dari Mesir harus kembali pulang karena tidak ada ‘pasien’.


Saat ini?

Tak terhitung sepanjang kita hidup sudah berapa kali kita sakit. Adakah yang salah dengan ibadah kita?

Varian penyakitpun semakin bertambah banyak. Adakah yang salah dengan pola hidup kita?

Salah satu varian yang menghantui masyarakat kita adalah stress/depresi.


Depresi, saat ini telah dan akan menjadi problem kesehatan masyarakat yang cukup serius. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa depresi berada pada urutan ke-4 penyakit di dunia penyebab ketidakmampuan. Bahkan, diramalkan pada tahun 2020, depresi akan menempati urutan ke-2 penyebab ketidakmampuan.


Menurut survei yang dilakukan oleh Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) pada tahun 2008, menyebutkan “Sekitar 94% masyarakat Indonesia mengidap depresi dari mulai tingkat paling ringan hingga paling berat”.


Jika angka ini benar, maka 9 dari 10 orang masyarakat kita mengalami depresi.

Teori tentang penyebab depresi beragam, diantaranya faktor genetik, faktor psikososial (jalan macet, permasalahan keluarga, tuntutan kerja, dll), faktor kepribadian (cinta dunia yang berlebihan dan manajemen penyelesaian masalah yang kurang pandai), dan faktor biogenikamin (serotonin dianggap sebagai neurotransmiter yang paling bertanggung jawab masalah depresi).


Dari segi medis, teori biogenikamin inilah yang membuktikan bahwa puasa mampu membuat jiwa kita tenang. Karena dengan puasa terjadi peningkatan serotonin dalam tubuh yang cukup signifikan, menjadikan kita lebih tenang, lebih ‘mood’ dan mampu menekan jika stimulan depresi datang.


Selain itu, di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini. Kondisi ini menyebabkan orang yang berpuasa memiliki ketajaman berfikir yang jernih sehingga mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapinya dan jauh dari depresi.


Seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental (termasuk depresi berat). Ternyata dengan puasa, sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental pasiennya.


Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan Dr. Ehret menyatakan bahwa “Untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktifitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari”.


Teori-teori ini menjadi dasar beberapa praktisi kesehatan menggunakan puasa sebagai terapi pengobatan bagi pasien-pasien mereka.


Saudaraku, Tambahlah keyakinan kita, begitu sayangnya Allah kepada kita melalui ibadah yang Ia perintahkan kepada kita.


“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyat [51] : 56)

Barulah kita sadar bahwa ibadah adalah kebutuhan.

Allahu ‘alam bishshowab.
_________________


Semoga bermanfaat silahkan saling berbagi dalam bentuk tag dan bantu sesama teman yang membutuhkan,tak lupa salam dan senyum santun dari saya selalu tuk smua sahabat......senyum adalah ibadah tapi klo dah senyum-senyum sendiri dijalan or kamar hati-hati aja yach.......(^_^)....

by:shalsyabela
---------------------------------------------------

Motivasi




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

sahabat fillahku...met pagi moga mimpi indah semlm bisa menjadikan motivasi dan semangat tuk mengawali

aktifitas dipagi ini selain berdoa tuk niatkan ibadah tentunya..

sahabatku seperti biasa pagi ini ana menyapamu smua dlm bentuk motivasi-motivasi dan jadikan sbg bahan

tuk intropexi diri....


Masalah tidak akan menjadi rumit jika kamu bisa menyikapinya dengan sabar dan dengan kelapangan hati.


Bangkitlah dari kesedihan, karena kesedihan adalah proses yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan..

Percaya itu!

Tersenyumlah dalam mengawali hari, karena itu menandakan bahwa kamu siap menghadapi hari dengan

penuh semangat!

Dengan semangat, kamu pasti bisa. Bersemangatlah dengan hati, agar semangat kamu tetap dijalan

kebenaran.

Doaku hari ini: Tuhan, jadikan aku yang kecil ini menjadi berarti bagi sesama, agar kemuliaanMu selalu

berkumandang.

Setiap perbuatan yang membahagiakan sesama adalah suatu sikap yang mencerminkan pribadi yang mulia.

Alangkah indah jika setiap menit yg kita habiskan menjadi berarti. Berarti untuk orang lain pun diri sendiri.


Cinta sejati bukanlah yg berusaha utk mengubahmu, tp yg berhasil menerimamu & tumbuh dewasa bersama

dgnmu.

Selama kamu yakin, tak ada yg tak mungkin. Percaya diri! Kamu lebih hebat dari yg kamu pikirkan.

semoga bermanfaat....salam dan senyum santun ana selalu....keeep spirit.....keep smile......keep

istiqomah.....................(^_^)

= Kisah Perjuangan Nabi Saw 2 =


Mutiara Kata





Assalamu'alaikum sahabat fillahku,sedikit motivasi moga berguna yach buat kita semua.....sebelumnya met

malam dan met rehat aja dech.....


Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yg harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan


tertawa bersama.


Mungkin km tak menyadarinya, tp hal paling kecil yg km lakukan dapat membawa dampak sangat besar


bagi org lain.

Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain. Iri hati hanya membuat jiwamu gelisah. Jadi diri sendiri.


Merindukan seseorang bkn berarti membutuhkannya kembali dlm hidupmu. “Kerinduan” adlh proses

“kemajuan”. Terus maju!


Dari hal-hal baik, aku belajar mengucap syukur. Dari hal-hal buruk, aku belajar menjadi kuat.


Jangan takut mencoba, kesalahan adalah guru terbaik jika kamu jujur mengakuinya dan mau belajar darinya.


Jangan pernah merasa dirimu tak cukup baik, karena bagi seseorang, kamu adalah yg terbaik.


Dalam cinta, jika kamu mencarinya, dia akan menghindarimu, tp jika kamu jadi orang yg pantas dicinta, dia

akan mengelilingimu.

Dalam hidup, persiapkan dirimu sebaik mungkin, dan daripada menunggu kesempatan datang, lebih baik

kamu menciptakannya.


Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikanlah yg terbaik untuk hari

ini.


salam santun....(^_^)




= Kisah Perjuangan Nabi Muhammad Saw 1 =