Kamis, 17 Mei 2012

Andai esok aku mati



 

                                ~* Andai esok aku mati *~
                      ===========================



Andai esok aku mati,
Apalah daya diri ini
Tak mampu mengulur hari
Tak mampu bernegosiasi
Agar aku tak mati besok pagi

Andai esok aku mati,
Melihat ruh terpisah dengan diri
Tak mampu bergerak lagi
Tergeletak diam dan sepi

Andai esok aku mati,
Tak perlu lagi disesali
Waktu takkan terulang lagi
Waktu tak akan pernah kembali

Andai esok aku mati
Ku berharap itu tak terjadi
Belum cukup bekal diri
Belum sempat memenuhi janji
Belum sempat silaturahmi

Andai esok aku mati
Betapa rugi diri ini
Ke mana waktu yang sudah dilalui
Tak ada manfaat bagi diri
Malah mudharat yang di beri

Andai esok aku mati
Ampuni lah dosa hamba ini
Dosa yang menggunung tinggi
Dosa yang tak terhitung lagi

Andai esok aku mati
Di detik terakhir hidup ini
Ku berharap dapat mengucap kalimat ilahi
Terukir senyum pada bibir ini
Untuk menghadap Mu Yaa Rabbi
Ku tulis coretan ini
Di penghujung malam yang sepi
Setelah berduaan dengan Mu Yaa Rabbi
====================

Hai Gadis





                                   ~* Hai kamu gadis cantik *~
                              ________________________________________



Tingkahmu sangat menarik
Hingga banyak mata melirik
Atau yang mendelik

Hai kamu gadis lucu
Suara merdu mendayu-dayu
Tatapanmu indah seolah merayu
Serasa ingin mengenal lebih jauh

Hai gadis, kau adalah yang terindah
Kau, bukanlah untuk sebuah noktah
Cirimu senada wanita surga
Mungkin kini kau sedang lupa

Kau merajut benang cinta yang rapuh
Sedang hatimu tak sekuat hembusan bayu


Senyummu merekah kala kata cinta
dipersembahkan

Teruntuk engkau seorang
Sayang, cinta itu berdiri di jurang nafsu

Kau labuhkan rasa pada setiap pria
Yang kau anggap dia sang pencinta

Kau teramat muda memberi arti pada cinta
Sedang hati kau gadaikan semaunya

Benarkah yang kau rasa ?
Bila cinta mampu bermetamorfosa
di setiap kedipan mata

Gadis…

Semoga indahmu tetap terjaga
Untuk dia yang seorang yang berhak

Bukan hanya dengan cinta sesaat
Sedang hakikat belum didapat

Karena cinta yang haq
Hanya ada setelah akad

Doa &Usaha





                                       ~* Doa & Usaha *~



Jika di depanmu ada hidangan
Sedang tanganmu tak kau gerakan
Mengambil dan memegang
Jangan harap dirimu kenyang

Jangan hitung hari-harimu
Dengan lentik jemarimu
Hitunglah setiap putaran waktu
Dengan goresan pena di tanganmu

Jika dirimu diberi kail
Sedang dirimu tak mengambil umpan
Melemparkan ke sungai
Jangan harap mendapat ikan

ketahuilah
Selamanya apa yang kau cita
Bukanlah sebuah harapan
Melainkan lamunan

jika dirimu hanya diam
Meski setetes saja
Keinginan itu ada
Percayalah
Tak akan Pernah terjadi

Memang benar
Kepastian semua di tanganNya
Namun dirimu punya kewajiban
Untuk selalu berusaha dan berdoa

Menikmati tantangan





                                  ~* Menikmati Kesulitan dan Tantangan*~
                                          ====================



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kekuatan tidak didapat dari leha-leha dan pekerjaan gampangan.

Anda bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet
binaraga misalnya.
Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan.

Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua
otot mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter
anda akan ditempa dengan kesulitan yang anda temui.

Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi
menikmatinya.

Kesulitan dalam hidup, hanyalah demi anda lebih mengenali
kenikmatan hidup.

Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat anda
menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang anda lewati,
menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna.

Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan.
Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul
begitu saja saat anda inginkan.

Hargailah masa susah, karena
masa itu berlimpah kesempatan.
Bangkitlah menghadapi tantangan pahit, dan hidup anda akan
terasa manis.

Bila mahkota hilang






                                     ~* Bila mahkota hilang *~
                                   ====================



Tak perlu ada rasa bimbang
Bukankah itu pilihan

Jika perintah di abaikan

Tak ingin terkekang katanya
Merasa panas dirinya

Jadilah bertebaran dada yang di pasarkan

Tubuh-tubuh yang dilemahgemulaikan

Bila mahkota hilang

Karena nafsu-nafsu berkerumun

Mangsa tak lagi di cari

Kini ia menjajakan diri


Bila mahkota hilang

Kenapa tak ada bimbang

Dimana lagi ada keindahan

Bahkan Tuhan di permainkan

Balasan itu belum berwujud

Tapi itu bukan dusta

Hanya sebuah rencana

Bahkan bila nafas masih ada

Tuhan sayang, teramat sayang

Bahkan ketika di abaikan

Tapi jangan senang-senang

Sedang sujud pun berjangka

Tuhan sayang, teramat sayang
Biar diri tak sia-sia

Terucap ampun
Bukan ketika nafas tersisa.
====================

Kecantikanmu






                                     ~* Kecantikanmu Ukhti *~

Ukhti saudariku,
kau cantik, ku akui itu
karena memang kau terlahir untuk itu
walau relatif kecantikanmu
tergantung hak individu

Ku tahu kecantikanmu anugerah
dari Tuhanku dan Tuhanmu
tapi, bukankah Tuhanku dan Tuhanmu
punya aturan untuk itu

Kau harus menjaganya
dari mata lelaki jalang
yang belum halal
baginya dan bagimu

Tahukah kau itu
atau kau sama sekali tak tau
atau pura-pura tak tau
atau tak mau tau soal itu

Tuhanku dan Tuhanmu
memberi instruksi untukmu
ulurkan kain ke seluruh tubuhmu
biar kau tak diganggu

Tuhanku dan Tuhanmu
juga ada instruksi untukmu
jangan nampakkan perhiasanmu
panjangkanlah kain itu ke dadamu

Tuhanku dan Tuhanmu
menambah instruksi untukmu dan untukku
tundukkan pandanganmu
agar hati kita tak berdebu

Namun, kenapa kau
tak gubris instruksi itu
dengan kau
umbar auratmu
kau hiasi aurat itu
agar mata lelaki terayu
mengakui cantikmu

indah bentuk tubuhmu
bagaimana aku menjaga nafsu
kalau kau umbar aurat selalu
aku sama sekali tak menyalahkanmu
karena ini lemahku
di depan sang nafsu

Tapi, mungkin lebih mudahku
membendung sang nafsu
kalau kau membantu
dengan menutup auratmu

karena ku bukan malaikat
bukan juga iblis terlaknat
imanku bisa melesat mendarat
bisa juga melusut melarat

hari ini, ku menjadi tuan nafsu
namun besok, mungkin nafsu
memperbudakku
ku takut lirikan itu
menambah saldo dosa- dosaku

semoga kau menyadari itu
wahai ukhti saudariku
demi kebaikanku dan kebaikanmu
demi hatiku dan hatimu yang berdebu
karena noda- noda pandangan itu

untukmu ukhtyku,salam santun....^_^

Rabu, 16 Mei 2012

Mendiagnosa arti kata cinta





Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Tema cinta tak pernah sepi dari kehidupan sehari-hari. Bahkan tak jarang ia dibedah dalam sebuah diskusi formal maupun non-formal. Dan kali ini pun, saya ajak kalian untuk sekali lagi membicarakan cinta. Mari…
Ah, sebenarnya cinta itu apa, sih?

Saya yakin tentu banyak di antara kalian melontarkan statement atau teori-teori handal untuk menjawab pertanyaan ini. Tapi apa kalian yakin jawaban itu yang paling benar? Pasalnya, dari zaman batu sampai sekarang, atau mungkin sampai kiamat nanti, teori-teori definisi cinta tak akan ada habisnya. Mengapa? Karena cinta itu relatif! Ia bukanlah pernyataan. Dalam matematika, sebuah kalimat disebut pernyataan apabila sesuai parameter benar atau salah. Misal, 2 x 2 = 4 (benar). Bumi itu bulat (benar). Deddy Sussantho itu keren (eit, entar dulu. Bisa jadi empat dari lima orang di dunia ini menyatakan itu benar, tapi belum tentu dengan satu orang sisanya).

Jadi, kalimat yang dibumbui kata sifat, seperti baik, ganteng, bagus, jelek, dan lain sebagainya, bukanlah pernyataan. Hal ini karena kata tersebut tidak bisa dikatakan benar atau salah. Bisa jadi saya mengatakan Fulan baik, tapi belum tentu kalian sependapat, kan? Pun begitu dengan cinta. Ia tak terdefinisikan. Ia relatif. Ia ibarat bentuk air yang selalu berubah mengikuti mediumnya. Itulah yang menyebabkan teori definisi tentang cinta tak  ada habisnya.

Jadi apa itu cinta? Ya, begitulah…
Jenis-jenis cinta? Emang ada, ya?
Ada dong! Sebagai seorang yang beriman (ceilah), kita kudu tahu nih jenis dan asal dari mana cinta itu berasal, biar gak salah dalam menggunakannya. Emang penting? Penting banget dong! Kenapa? Ya, karena cinta itu ibarat sebuah atom energi. Jika disalahgunakan, ia akan menjadi nuklir penghancur yang sangat dahsyat! Tapi jika digunakan sebagaimana fitrahnya, ia dapat menjadi PITC (Pembangkit Iman Tenaga Cinta) yang manfaatnya tiada kira. Nah loh… mantap, kan?

Secara global, cinta itu ada dua. Pertama, cinta kepada Allah SWT. Yang ini asalnya dari iman. Orang-orang biasa menyebutnya sebagai mahabbatullah, cinta kepada Allah SWT. Cinta ini adalah yang paling asasi dan hakiki. Cinta Yang Maha Cinta yang dapat memberikan energi positif tak habis-habis. Kedua, cinta kepada selain Allah SWT. Ini asalnya dari nafsu. Tenang aja, nafsu itu juga fitrah kok. Asal jangan berlebihan, apalagi melebihi cinta kepada-Nya. Kenapa? Karena itu sama saja dengan syirik! Syirik adalah menduakan Allah SWT atas apa pun. Jadi kalau cinta kita kepada selain Allah SWT melebihi cinta kita kepada-Nya, itu artinya syirik.

Hanya saja, dalam niatannya, banyak yang tidak sadar telah berlaku syirik. Misal, panggilan pacar lebih didengar daripada panggilan adzan; atau terlalu menggantungkan harapan sama bos daripada sama Allah SWT; lebih takut pocong daripada Allah SWT; lebih mudah berucap nista daripada berdzikir pada-Nya; dan masih banyak contoh lainnya.

Kata Pak Ustadz, diri kita akan jauh dari Allah SWT manakala keimanan kita sedang turun. Secara, iman itu kan bisa naik dan bisa turun, tergantung bagaimana kita menjaganya. Maka dari itu, ketika sedang dalam keadaan syirik tak sadar tersebut, hendaknya kita segera bertaubat. Biar tambah mantap, ucap syahadat lagi deh, supaya syahadat yang tadinya kendor karena maksiat bisa jadi kokoh kembali. Karena bagaimana pun, bukti cinta salah satunya adalah dengan ikrar. Maka syahadat dapat diartikan sebagai bukti cinta kita pada-Nya.

Lantas apa hubungannya dengan iman dengan cinta? Ini erat kaitannya dengan orientasi hidup. Allah SWT menciptakan manusia itu untuk beribadah. Jadi sudah sepatutnya apa yang kita lakukan dalam hidup ini diniatkan semata untuk menggapai ridha Allah SWT, sehingga bernilai ibadah dan mendapat pahala. Coba bayangkan, bagaimana mungkin kita tulus beribadah pada Allah SWT bila tanpa cinta kepada-Nya?

Orang yang cinta kepada Allah SWT, jelas akan mendapat kebahagiaan sejati. Hemat kata, meski miskin dunia, yang penting kaya cinta kepada-Nya. Tapi orang yang lebih mengutamakan cinta kepada selain-Nya, maka akan hanya mendapatkan kebahagiaan semu, lantaran sumber kebahagiaannya adalah dunia. Apabila kenikmatan dunia hilang darinya, maka ia tak lagi bahagia.

Kenalan dengan cinta, yuk!
Cinta itu apa, sih? Udah dibilang juga, cinta itu tidak dapat didefinisikan. Namun bukan berarti ia sulit untuk dikenal. Ia dapat diidentifikasi lewat tanda-tandanya. Mau tahu? Nih, ada tujuh tandanya. Oia, biar gampang, kita coba bandingkan dengan fenomena pacaran ya.

1. Dzikir (ingat)
Ingat Allah SWT kapan pun dan di mana pun. Baik suka maupun duka. Coba deh bayangin, kalau sedang pacaran, yang ada di otak pasti si doi terus. Nah, kalau abis pacaran, trus tiba-tiba kita dipanggil Yang Maha Kuasa dalam keadaan otak sedang dipenuhi si doi, gimana tuh hasilnya? Sementara kalau ditanya mau masuk surga atau neraka, kita serentak jawab, “surgaaaa!!!”

2. I’jab (mengagumi)
Kagum artinya merasa tidak ada kejelekan sedikit pun pada objek yang dikagumi. Sedangkan siapakah yang Maha Sempurna dan yang Maha Tidak Ada Kekurangan? Sudah pasti Allah SWT. Tapi coba bayangin, misal kita sedang pacaran, di mata kita pasti si doi gak ada lecetnya. Mau dia gimana juga, pokoknya di mata kita dia yang paling oke deh. Iya gak? Ngaku!
Bahkan dalam lagu-lagu zaman sekarang, nada syiriknya semakin terasa: “Ku mencintaimu, lebih dari apa pun…” atau “kau begitu sempurna. Di mataku kau begitu indah.” Padahal kalau diganti niatnya untuk Allah SWT, lagu-lagu itu bisa jadi pahala loh! “Ku mencintai-Mu, lebih dari apa pun” atau “Kau begitu sempurna. Di mataku Kau begitu indah.”

3. Ridha (rela)
Orang kalau udah cinta, mau diapain aja rela dah! Betul gak? Dalam pacaran, kalau si doi mukul, itu namanya pukulan cinta. Kalau si doi marah, itu artinya marah sayang. Dan… bla-bla-bla. Gak ada habisnya deh. Intinya, apa yang dilakukan dan diputuskan oleh si doi, disambut dengan kerelaan yang luar biasa. Tapi giliran Allah SWT kasih ujian sedikit, misalnya dompet hilang, kita rasanya gondoook banget. Ke mana-mana bawaannya senewen. Bahkan tak jarang, giliran dikasih nikmat malah lupa gak bersyukur. Na’udzubillah.

4. Tadhiyah (pengorbanan)
Dalam pacaran, terdapat kalimat klasik, “Apa sih yang enggak buat kamu? Percaya deh, aku ada untukmu. Bahkan, ke gunung akan kudaki, ke laut pun kan kuselami.” Tapi giliran untuk Allah SWT, kita malah ogah-ogahan. Disuruh shalat aja malas-malasan. Disuruh dakwah, entar-entaran. Kalau cinta sama Allah SWT, mestinya kita azzamkan dalam diri, “Apa sih yang enggak buat Allah SWT?”

5. Khouf (takut)
Cinta kepada Allah SWT membuat kita takut. Takut kalau jauh dari Allah SWT; takut kalau amal ibadah kita ditolak oleh Allah SWT; takut Allah SWT mencampakkan kita; dan lain sebagainya. Tapi dalam pacaran, semua berubah. Takut kalau ditolak, diputusin, dicuekin, dan bla-bla-bla. Haduh, gak ada abisnya deh.

6. Roja’ (harap)
Nah, yang ini gak jauh beda sama khouf. Cinta kepada Allah SWT akan membuat kita berharap dan menggantungkan diri pada-Nya. Senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya; berharap Allah SWT menerima amal-amal kita; dan lain sebagainya. Intinya ada rasa kebutuhan dan ketergantungan diri kita kepada-Nya. Sementara kalau cinta selain kepada-Nya, kita cenderung berharap pada dunia ketimbang pada-Nya. Kalau sudah begini, apa masih mengelak jika dikatakan syirik?

7. To’at (taat/patuh)
Orang kalau udah cinta, mau diapain juga nurut-nurut aja. Disuruh begini, nurut. Disuruh begitu, juga nurut. Ada istilah, “ini bukti cintaku padaku.” Gak perlu dipikir yang diminta logis atau tidak, yang penting si doi minta, kita kudu patuh. Haduh, lagi-lagi yang begini nih yang ngaco bin lebay.

Sementara di sisi lain, kita mengaku orang beriman yang cinta kepada Allah SWT. Lantas sudahkah kita membuktikan cinta kita pada-Nya dengan kepatuhan dan ketakwaan?
Nah, udah bener belum orientasi kita pada ketujuh tanda-tanda cinta ini? Kalau belum, yuk latihan dan sungguh-sungguh mencintai-Nya. Karena cinta itu… membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.

Ayo menata hati dengan tingkatan cinta yang benar!
Kalau sebelumnya, tadi kita membahas bahwa cinta yang paling asasi dan hakiki adalah cinta kepada Allah SWT. Gak boleh deh tuh yang melebihi dari itu. Trus, apakah kita gak boleh cinta sama sekali dengan selain-Nya? Jawabannya boleh. Tapi tetap ada tingkatan dan skala prioritasnya. Jangan sampai tingkatan itu terbalik, apalagi salah menempatkan posisi pertama.

Cinta kepada Allah SWT
Cinta kepada Rasulullah SAW
Cinta kepada mukminin
Cinta kepada muslimin
Cinta kepada manusia
Cinta kepada materi/dunia


Nah, jadi jelas kita boleh mencintai orang tua, istri, anak, harta, dan lainnya, asal tidak melebihi, apalagi menjauhkan diri kita dari Allah SWT. Satu hal yang penting untuk diingat, cinta itu harus diikuti dengan tanggung jawab. Jangan bilang cinta bila belum siap bertanggung jawab. Maka, fenomena pacaran adalah bukti kongkret cinta (sesaat) yang tidak diikuti tanggung jawab. Kenapa? Karena sebagai seorang Muslim, tanggung jawab cinta kepada orang yang bukan muhrim adalah dengan menikah, bukan dengan pacaran.

Cinta itu perlu pembuktian, lho!
__________________________

“Gak ada yang gratis di Jakarta, bung!” Kira-kira begitu slogan sarana umum di Jakarta. Apa hubungannya dengan cinta? Apa ada cinta gratis dan cinta komersil? Eit, sabar dong… kalau kata pujangga, cinta itu tanpa syarat. Jadi gak bener tuh kalau ada “cinta komersil” (perasaan ini judul film pada tahun ‘90-an, deh). Lalu bagaimana dengan cinta gratis? Apakah ada cinta gratis di dunia ini? Lantas siapa saja oknum di balik fenomena cinta gratis tersebut? Haduh, sepertinya saya mulai lebay. Hehe.

Saya tegaskan, tak ada cinta gratis! Kenapa? Karena gratis itu erat kaitannya dengan arti “tidak ada harganya” atau “tak berarti”. Cinta pun tidak gratis dikarenakan cinta itu butuh pembuktian. Bukan semata-mata bilang cinta, tapi enggan membuktikan. Maka dari itu, ini dinamakan dengan konsekuensi cinta (ceilah).
Lalu apa saja konsekuensi cinta?

 Menurut catatan saya, yang entah sumbernya dari mana (tapi logis kok. Bener deh, suer!), sekiranya ada tiga konsekuensi cinta (ceilah), yakni:
Mencintai siapa yang dicintai oleh yang dicintai.
Mencintai apa-apa yang dicintai oleh yang dicintai.
Membenci apa-apa yang dibenci oleh yang kita cintai (Allah).

Nah loh, ngerti gak tuh? Mudah-mudahan gampang dipahami ya. Singkatnya begini, kalau kita cinta kepada Allah SWT, maka sudah sepatutnya kita juga mencintai siapa-siapa dan apa-apa yang Allah SWT cintai. Juga membenci apa-apa yang Allah SWT benci. Analogi sederhananya adalah pernikahan. Kita menikah dengan istri/suami kita, tentu secara tidak langsung kita juga harus mencintai keluarganya, bukan?

Waduh, jadi panjang juga nih tulisan. Ya udah deh, cukup sekian dan terima kasih. Semoga pembicaraan kita tentang cinta kali ini dapat memberi manfaat positif dan menjadikan kita hamba-Nya yang penuh cinta kepada-Nya, serta istiqamah dalam membuktikan cintanya.
Sampai jumpa di pembicaraan lainnya tentang cinta. ^_^

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). [QS. 2: 165]

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. [QS. 9: 24]


Wallahu'alam bhishowabb,silahkan saling berbagi bila dirasa artikel ini bermanfaat buat anda semua tak lupa salam santunku tuk smua shabat fillah.....^_^

by:shalsyabela________


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/04/19873/mendiagnosa-arti-kata-cinta/#ixzz1v0zZmBvw

Selasa, 15 Mei 2012

Keju Termahal




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Di antara sekian banyak jenis keju di seluruh dunia, ternyata keju jenis inilah yang terbaik. Terbaik dan termahal ditilik dari sisi manapun. Keju Swiss, keju putih, atau keju jenis apapun kalah jauh dibanding keju yang satu ini. Kejujuran.

Jika melihat elit politik negeri ini sekarang, terlalu banyak yang tak berkesempatan mencicipi lezatnya keju ini. Kejujuran, menjadi sesuatu yang mahal dan langka di antara mereka. Berkelit dengan dalih lupa, tidak kenal, atau dengan 1001 manipulasi di hadapan pengadilan manusia, membuat mereka semakin jauh dari asap kejujuran.

Di luar sana bahkan beredar sebuah keyakinan, “Sapa jujur bakal ajur” yang artinya siapa yang jujur akan hancur. Prinsip ini mungkin telah menghinggapi sebagian masyarakat kita. Tak heran korupsi menjadi hal yang bercokol pada lapisan terendah masyarakat (grass root) hingga elitnya.
Tak usah jauh-jauh mendongak ke atas. Lihatlah diri sendiri di cermin reflektor. Sudahkah kita menjadi konsumen setia keju terbaik ini, kejujuran?

Saya tergelitik dengan status seorang teman. “Jika dosa dimanifestasikan dengan bau, saya yakin banyak orang yang tak mau mendekati saya lantaran bau pada diri saya.” (Yusup Azzam). Ya, dan tidak jujur adalah hal yang paling akrab dengan kehidupan kita, setidaknya saya. Dengan alasan membela diri, melindungi kepentingan diri, saya masih sering melewatkan kenikmatan keju yang saya bilang paling mahal ini.

Lalu, bagaimana cara agar kita bisa menjadi konsumen setia kejujuran? Mungkin Anda, jauh lebih tahu cara terbaik dalam hal ini. Saya hanya akan membagikan sedikit hal yang saya sendiri terapkan dalam kehidupan. Kejujuran, adalah hal yang gampang-gampang sulit. Namun, efek baik yang dihasilkan sangatlah dahsyat. Lagi-lagi, Baginda Rasul menjadi contoh terbaik dalam hal ini. Siapa manusia pada zaman beliau yang meragukan kejujuran seorang Muhammad. Bahkan, musuh beliau pun sejatinya mengakui kebenaran setiap perkataan beliau. Kesombonganlah yang menjauhkan mereka dari hidayah Allah.

Hal pertama yang saya terapkan pada diri yakni kesadaran. Saya harus tahu terlebih dulu apa itu kejujuran dan manfaatnya dalam kehidupan. Saya menstimulus diri untuk mencintai hal kecil yang bernilai kejujuran. Selanjutnya, saya disiplinkan dan tegaskan aplikasinya dalam diri. Saya tak memungkiri, bahkan hingga kini proses pembelajaran saya ke arah sana masih terus berlanjut. Pikir saya, jika saya tidak tegaskan kejujuran dalam diri akan saya temui kesulitan membiasakannya dalam keseharian.

Langkah berikutnya yakni pembiasaan. Saya memang bukan ahli yang meramu formulasi teori tertentu. Namun, apa salahnya sedikit berbagi ramuan ilmu yang saya dapat dari literatur maupun guru kehidupan di sekitar saya. Pembiasaan adalah langkah lanjutan setelah kita mengenal dan secara sadar memulai suatu hal. Pembiasaan membutuhkan setidaknya dua faktor utama; konsistensi dan dukungan lingkungan.
Konsistensi berikatan dengan kekuatan diri dalam mempertahankan hal baik yang kita usahakan. Ia membutuhkan perjuangan lantaran pasti banyak hal kontradiktif yang akan dihadapi. Kata orang, fitrahnya kebaikan ya ada saja yang melawan atau menghalangi.

Nah, semakin kita merasa sulit mempertahankan prinsip kejujuran, di mana banyak hal yang merintangi, di sinilah kekuatan konsistensi kita diuji. Kuatkah?
Lingkungan eksternal merupakan faktor yang tak kalah penting. Sekuat apapun konsistensi kita mempertahankan prinsip kejujuran diri, jika tak didukung lingkungan yang kondusif akan berpengaruh pada keberlangsungan hal tersebut. Meski, tak dipungkiri juga, tetap ada orang hebat di luar sana yang mampu tetap mempertahankan kejujuran di tengah lingkungan yang korup.

Ada sebuah ungkapan menarik. “

Ajarlah jiwamu untuk mencintai ketinggian (hal baik) agar ia benci sesuatu yang rendah (keburukan).”

Akhirnya, kejujuran menjadi cermin kebaikan raja tubuh kita (hati). Teringat nilai kejujuran tokoh Ayah dalam novel besutan Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong. Betapa kekuatan kejujuran mampu mendekatkan dengan banyak kebaikan lain sebagai buahnya.

Hayooooooo....sudahkah kita jujur pada diri sendiri....?
silahkan saling berbagi sesama teman bila dirasa artikel ini bermanfaat....salam santunku tuk smua.....^_^
by:shalsyabela_______



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/19914/keju-termahal-kejujuran/#ixzz1uvu74TWc

Senin, 14 Mei 2012

Taubatnya ahli maksiat




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kisah ini diambil dari majalah “Al-Ummah Al-Qatriyyah” No. 70, dari kolom bertajuk “TAUBAT”, ditulis oleh Husein Uwais Mathar.

Sungguh sahabatku telah berubah, tertawanya renyah lembut menyapa setiap telinga, laksana fajar menyingsing menyambut pagi. Padahal sebelumnya tertawanya seringkali memekakkan telinga dan menyakiti perasaan. Kini pandangannya sejuk penuh tawadhu. Sedangkan sebelumnya penuh dengan pandangan yang destruktif. Ucapan yang keluar dari mulutnya kini penuh dengan perhitungan, padahal sebelumnya sesumbar ke sana kemari melukai dan menyakiti hati orang, tidak peduli dan tidak ada beban dosa. Wajahnya tenang diliputi cahaya hidayah setelah sebelumnya terkesan garang dan tidak ada belas kasihan.

Aku tatap wajahnya, dia paham apa yang aku inginkan, lalu ia berkata,
“Sepertinya engkau ingin bertanya kepadaku. Apa yang membuatmu berubah?”
“Ya, itu yang aku ingin Tanya kepadamu”, tandasku, wajahmu yang kulihat beberapa tahun yang lalu berbeda 180 derajat dengan wajah yang kulihat sekarang.

سُبْحَانَ مُغَيِّرِ الأَحْوَالِ

Maha suci Allah yang Maha merubah keadaan,” katanya penuh rasa syukur. “Hmm… pasti di balik semua itu ada kisah menariknya,” komentarku.

“Ya, kisahnya bila kukenang, selalu menambah keimananku kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kisahnya melebihi khayalan, namun tetap sebuah kenyataan yang telah merubah arah hidupku, sekarang aku akan ceritakan semua kisah ini.”

Ketika aku sedang mengendarai mobil menuju Kairo, di salah satu jembatan yang menghubungkan kota tersebut, tiba-tiba seekor sapi dan seorang anak kecil melintas di depanku, aku kaget dan tidak dapat mengendalikan kendaraan. Tanpa sadar mobilku terjun ke sungai, dan aku sudah ada di dalam air. Aku angkat kepalaku ke atas agar bisa bernafas, tetapi mobilku terus tenggelam dan air nyaris memenuhi dalam mobilku, tanganku segera menjamah gagang pintu, tapi pintunya terkunci. Saat itu aku merasa akan segera mati, yang terbayang adalah perjalanan hidupku yang penuh dengan dosa dan noda. Segalanya seperti gelap, seperti berada di terowongan yang dalam dan gelap, panik mencekam dan batinku berteriak, “Yaa Rabb… Selamatkanlah aku, bukan dari kematian yang sebentar lagi akan kualami, tapi selamatkanlah aku dari segala dosa yang telah melingkupi diriku, aku merasa jiwaku seperti melayang dan mohon ampun kepada Allah sebelum menemui-Nya, lalu aku mengucap dua kalimat syahadat, aku mulai merasa akan mati.

Aku berusaha menggerakkan tanganku untuk menggapai sesuatu, tiba-tiba tanganku menyentuh sesuatu yang bolong, aku ingat!, bolongan tersebut berasal dari kaca bagian depan, yang pecah sejak tiga hari yang lalu, tanpa pikir panjang lagi, aku dorong sekuat tenaga badanku keluar dari kaca bolong tersebut, aku kembali melihat cahaya terang, aku lihat masyarakat menyaksikan dari tepi sungai seraya saling berteriak keras agar ada salah seorang yang menolongku, lalu terjun dua orang dari mereka ke sungai dan membawaku ke tepinya, dengan fisik yang lemah lunglai aku masih merasa tidak yakin bisa selamat dan kembali hidup, dari kejauhan kulihat mobilku perlahan-lahan terbenam ke dalam air.

Sejak detik itu aku merasa sangat ingin meninggalkan masa laluku yang penuh dengan dosa, hal itu langsung kubuktikan sesampainya di rumah, langsung kurobek-robek gambar dan poster para selebritis pujaan dan gambar wanita setengah telanjang yang sengaja kupajang di dinding rumahku, lalu aku masuk ke kamar dan menghempaskan badanku di atas kasur sambil menangis, baru pertama kali ini aku merasa menyesal terhadap dosa-dosa yang telah kuperbuat, semakin keras tangisku dan semakin deras air mataku bercucuran, sementara badanku gemetar. Saat itulah aku mendengar azan, seakan-akan aku baru mendengarnya pertama kali. Aku langsung bangkit berdiri dan segera bergegas mengambil air wudhu.

Di masjid, setelah aku menunaikan shalat, aku menyatakan taubat dan mohon kepada Allah  agar mengampuniku; Sejak itulah sebagaimana yang engkau lihat sekarang wajahku berubah karena taubat.”

Aku tertegun mendengar ceritanya lalu aku katakan kepadanya :

هَنِيْئًا لَكَ يَا أخِيْ وَحَمْدًا للهِ عَلَى سَلاَمَتِكَ لَقَدْ أَرَادَ اللهُ بِكَ خَيْرًا وَاللهُ يَتَوَلاَّكَ وَيَرْعَاكَ وَيُثَبِّتُ عَلَى الْحَقِّ خُطَاكَ

“Berbahagialah engkau hai saudaraku, segala puji bagi Allah atas keselamatanmu, sungguh Allah telah menghendaki kebaikan terhadapmu, Allah akan selalu melindungimu dan menjagamu, serta mengokohkan langkahmu di atas kebenaran”.

Silahkan saling berbagi bila dirasa artikel ini bermanfaat dan jgn lupa saling bantu sesama teman yach....
salam santun tak lupa dari ana selalu...
by:shalsyabela_______

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/04/11852/taubatnya-ahli-maksiat/#ixzz1upXikOZF

Sabtu, 12 Mei 2012

Ada-ada saja






                   ~* Kau ini ada-ada saja…*~



Harta dan tahta kau anggap segalanya
Tanpa berfikir suatu saat ia akan tiada
Mudahnya hatimu terpaut keindahannya
Melupakan istri, anak, saudara karenanya
Kau ini ada-ada saja…

Setiap kali datang seruanNya tak kau hiraukan
Siang malam bekerja tak kenal aturan Tuhan
Ketika datang berbagai macam cobaan dan ujian
Kau memohon kepadaNya pertolongan dan perlindungan
Kau ini ada-ada saja…

Kalau berteman inginnya disapa dan dipuja
Kalau berkata inginnya didengar dan diterima
Sementara kau acuh dan tak peduli antar sesama
Menganggap remeh dan rendah perkataan mereka
Kau ini ada-ada saja…

Tak henti-hentinya membicarakan aib orang  lain
Mencari kesalahan dan kekurangan orang lain
Sedang kau lupa akan kejelekan akhlak dan budimu
Mengerjakan hal yang keliru tapi kau tak mau tau
Kau ini ada-ada saja…

Bagaimana orang lain akan menyanjungmu
Bagaimana orang lain akan menghormatimu
Sementara hatimu keras dan beku laksana batu
Tak kenal sopan santun dan tak tau malu
Kau ini ada-ada saja…

Ketika azab dan siksa kubur menghampirimu
Di saat hewan-hewan datang memakan tubuhmu
Kau menangis penuh  iba meminta belas kasihNya
Agar Tuhan berkehendak mengembalikan ke dunia
Kau ini ada-ada saja…

Sudah tau di dalam kubur tidak ada siapa-siapa
Kecuali amal perbuatan yang menemaninya
Kau malah minta sepotong roti dan mentega
Untuk sarapan pagimu di alam sana…
Dasar kau ini ada-ada saja…


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/20423/kau-ini-ada-ada-saja/#ixzz1ueSYTEqw

Jumat, 11 Mei 2012

Pede Kate





                                      ~* Tak Kenal Maka Tak Sayang *~
                                     ___________________________________--



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tak kenal, maka tak sayang. Begitu pepatah yang lekat dengan telinga penduduk Indonesia. Diakui atau tidak, memang ada benarnya juga makna pepatah itu. Umumnya rasa cinta bersemi manakala kita sudah melakukan “pedekate” dan interaksi dengan suatu hal. Namun, kali ini kita tidak akan mengupas seputar kecintaan kepada manusia. Ternyata ada kecintaan lain yang masih sering kita abaikan. Kecintaan kepada Al-Qur’an, itulah yang sama-sama coba kita refleksikan pada kesempatan ini.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebagian kaum Muslimin sibuk dengan Al-Qur’an hanya ketika Ramadhan tiba. Ramadhan berlalu, Al-Qur’an pun good bye. Kegiatan lain masih terlalu asyik bagi kita. Bukan begitu? Bukan hanya Anda, bahkan saya juga. So, mari mulai perbaiki lagi!

Kembali ke pokok soal tadi. Kira-kira bagaimana cara yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an? Ust. Riccy Firmansyah menyatakan salah satu yang paling mudah sebenarnya ialah dengan kembali meresapi apa fadhilah interaksi kita dengan Al-Qur’an. Mungkin sebagian kita sudah tahu banyak mengenai hal itu, namun “tahu” dan “menghayati, meresapi, dan merenungi” jelas berbeda. Analogi sederhananya ialah tentu berbeda rasanya antara ketika kita bergaul dengan teman dekat dengan teman yang sekadar kenal saja.

Teman dekat telah cukup mengerti kita, pun kita sudah tahu plus minusnya dia. Salah satu faktor utama penyebab munculnya rasa itu ialah intensitas dan kualitas pergaulan kita. Oleh karena itu, penting untuk kita me-refresh dan berusaha menggali lebih dalam setiap keutamaan di balik hubungan kita dengan Al-Qur’an. Semoga dengan ini kita tak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai “teman”, tapi lebih dari itu, yaitu “sahabat” atau bahkan “saudara”.

Sebaik-baik Kesibukan
________________________

Boleh lah kita seorang dokter, insinyur, guru, bahkan presiden yang selalu sibuk. Namun, ingatlah saudaraku, ternyata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam (SAW) telah bersabda:

”Barang siapa yang disibukkan al-Quran dalam rangka berdzikir dan memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Ku berikan pada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan Kalam Allah dari seluruh Kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR Tirmidzi)

Artinya, bersibuk-sibuk ria dengan Al-Qur’an adalah salah satu kesibukan teragung menurut Allah dan Rasul-Nya. Ayo, kita mulai atur jadwal untuk membaca dan mengkaji Al-Qur’an!

Mau Jadi Keluarga Allah?
______________________

Betapa bangganya kita manakala salah satu keluarga kita ialah orang hebat atau terkenal. Memang tak bisa dipungkiri kemungkinan kita bisa meraup sedikit keuntungan dari ketenarannya. Namun, tahukah kita bahwa itu hanya keuntungan sesaat. Jika ingin keberuntungan abadi, maka jadilah keluarga Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT), Penggenggam Alam Semesta. Betapa tak akan ada kerugian sedikit pun bisa menjadi salah satu keluarga-Nya. Caranya telah Rasulullah SAW sitir dalam sabdanya:

“Sesungguhnya di antara manusia terdapat keluarga Allah (Ahlu Allah). Para sahabat bertanya, ‘Siapakah mereka, ya Rasul?’ Rasul menjawab, ‘Mereka adalah Ahlul Qur’an; mereka keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya’ ” (HR Ahmad)
Ketika sudah menjadi bagian dari keluarga Allah Azza Wa Jalla, yang lain mah lewat! Mau?

Iri Yang Baik
_____________-

Tak selamanya iri itu buruk. Tapi, jangan berhenti di statement tersebut. Maksudnya, ternyata Rasulullah SAW telah paparkan bahwa kita dibolehkan iri kepada seseorang dalam kondisi tertentu. Tentu pengecualian ini sangat beralasan. Tak mungkin jika hal yang patut kita irikan ini adalah hal yang remeh. Pastilah itu adalah sesuatu yang agung. Apa itu? Coba simak sabda beliau berikut ini:

“Tidak boleh iri kecuali terhadap dua kenikmatan; kepada seorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” (HR Bukhari)
Jika belum ada rasa iri tumbuh dalam diri kita melihat saudara Muslim kita berasyik-masyuk dengan Al-Qur’an, patut dipertanyakan kondisi ruhani kita. Mari bersama-sama menanam benih iri yang baik ini!

Belum Mahir? Just Go On!
___________________

Siapa bilang orang yang belum bisa baca Al-Qur’an kemudian tertutup dari kesempatan mendapat berkah Al-Qur’an? Karena ia begitu istimewa, seorang yang belum mahir pun diapresiasi oleh Allah SWT. Apalagi yang sudah mahir, Subhanallah, akan sangat super sekali. Karena beliau telah mengabarkan:
“Orang yang pandai berinteraksi dengan Al-Qur’an akan bersama malaikat yang mulia dan taat; sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an terbata-bata dan merasa kesulitan akan mendapatkan dua pahala.” (HR Muslim)

So, jangan berkecil hati bagi yang belum mahir membaca Al-Qur’an. Tak ada celaan bagimu, saudaraku! Justru apresiasi karena kau mau belajar untuk lebih baik dan tetap istiqamah membaca. Masih semangat? Lanjutkan!

Imam Shalat
___________

Paradigma yang lumrah di sekitar kita ialah bahwa imam shalat ialah yang tertua di antara jama’ah yang ada. Betulkah? Ternyata kalau ingin jujur (dan memang sudah seharusnya), kita tak boleh tutup mata dan telinga bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Yang berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaan Al-Qur’an-nya (ada pula yang menyebutkan “paling banyak interaksinya dengan Al-Qur’an”).” (HR Muslim)

Jadi, kalau dikembalikan ke hukum awal, sebenarnya intensitas dan kualitas hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur’an yang menjadi syarat utama menjadi imam shalat. Bukannya Islam tak menghargai orang tua, namun karena dalam shalat (terutama shalat dengan suara jahr, seperti Subuh, Isya’, Maghrib, dll.) Al-Qur’an menjadi bacaan utama. Kemudian, baik dan benarnya cara membaca Al-Qur’an dalam shalat adalah perkara utama. Mungkin pula inilah salah satu keutamaan orang yang memang sudah dekat dengan Al-Qur’an. Mantap, kan?

Tenang di Dunia, Dikenal di Akhirat
________________________________-

Berlimpahnya materi bukan jaminan ketenangan hidup manusia. Berapa banyak orang stress justru karena kekayaan, ketenaran, dll. Yang tak digunakan untuk kebaikan? Sudah tak terhitung, bukan?
Juga tak apalah kita tak dikenal di dunia ini. Bukankah hidup cuma sementara? Seharusnya justru kita khawatir tak dikenal di akhirat kelak. Negeri yang baka, tak ada habisnya.
Dan ingatkah kita? Suatu hari Rasulullah SAW telah bersabda:

“Tidakkah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka; kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya.” (HR Muslim)
Betapa bahagianya jika ketenangan selalu meliputi hidup kita. Kemudian, memasuki negeri akhirat pun kita disambut oleh para malaikat yang ternyata mengenal kita karena sering disebut oleh Allah SWT. Subhanallah. Jadikan kami termasuk golongan itu, Ya Allah. Aamiin.

Saatnya “Pedekate”
____________________

Sekarang tunggu apa lagi? Kita sudah tahu dan memahami betapa agung kedudukan orang yang hidup dalam naungan Al-Qur’an. Hal yang disebut di atas baru sebagian dari banyak fadhilah (keutamaan) interaksi seorang Muslim dengan Al-Qur’an. Jangan sia-siakan masa hidup kita berlalu tanpa adanya Al-Qur’an yang menghiasi tiap relung hati. Mari bersama melakukan “pedekate” dengan kalam Allah. Siap?

—
*Diadaptasi dari buku ‘Ulumul Qur’an: Program Tahsin-Tahfizh dan uraian penjelasan dari Ust. Riccy Firmansyah atau Abu Qawwam.

Silahkan saling berbagi bila dirasa artikel ini bermanfaat...tak lupa salam santuku......^_^

by:shalsyabela_________
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19455/pedekate-yuuk/#ixzz1ud4B09Wl




          Melihat Kepribadian Manusia dari Status Facebook
  =============================================


Assalamu'alaikum wafrahmatullahi wabarakatuh

Mau tahu kepribadianmu atau teman-temanmu dalam setatus yang mrk buat,yuuuuuuk...liat sejenak tipenya..

1. Manusia Super Update
Kapanpun dan di manapun selalu update status. Statusnya tidak terlalu panjang tapi terlihat bikin risih, karena hal-hal yang tidak terlalu penting juga dipublikasikan.
Contoh : "Lagi makan di restoran A..", "Dalam perjalanan menuju neraka..", "Saatnya baca koran..", dan sebagainya.

2. Manusia Melankolis
Biasanya selalu curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman-temannya atau hanya sekedar menuangkan unek-uneknya ke facebook. Biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yang terbaik kepada yang lain.
Contoh : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..", "Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih kamu sudah sayang ama aku selama ini..".

3. Manusia Tukang Ngeluh
Pagi, siang, malem, semuanya selalu ada aja yang dikeluhkan.
Contoh : " Jakarta maceeet..!! Panas pula..", "Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!", "Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do' i..", dsb.

4. Manusia Sombong
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel.
Contoh : "Otw ke Paris ..!!", "BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..", "Duh, murah-murah banget belanja di Singapur, bow,"

5. Manusia Puitis
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata-kata mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyinya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.
Contoh : "Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan", "Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi", "Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu".

6. Manusia in English
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis gicyu Low..
Contoh : "Tie and Chair..", "I can tooth (kentut), you Pink sun.." dsb..

7. Manusia Lebay
Updatenya selalu bertema 'gaul' dengan menggunakan bahasa dewa.. ejaan yang dilebaykan..
Contoh.." met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah... xixiixi" << lol~

8. Manusia Terobsesi Mengharap tapi ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat-dapat. Contoh : "duwh... sesi pemotretan lagi! cape..."

9. Manusia Sok Tau Sotoy tenarnya. Padahal dia sendiri tidak tahu apa yang ditulisnya. Contoh : "Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla,"

10. Bioskop Mania Update film yang abis ditonton dan kasih comment.. Contoh : "ICE AGE 3..Recomended! !", "Transformers 2 mantab euy.."

11. Manusia pedagang Contoh: "jual sepatu bla bla bla"

12. Manusia penyuluh masyarakat Contoh: "jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla"

13. Manusia Alay Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim seperti bahasa alien. Contoh:
Alay 1 : "DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"
Alay 2 : "km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? "
Alay 3 : "Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!"(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikir dulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)

14. Tipe Hidden Message Tipe ini biasanya tidak to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membaca nya. (bagus kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu) padahal kan bisa langsung aja sms ya.. Contoh : "For you my M***, I can' t live without you..you are my bla bla bla..","Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo.." (padahal ce tersebut tidak ada dalam jaringannya. . mana bisa baca...)

15. Tipe Misterius Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkan Subjek + Predikat + Objek + Keterangan. Tapi orang tipe ini mungkin hanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja..Dan pastinya mengundang kontroversi. Contoh : "Sudahlah.." , "Telah berakhir.." (apanya??),"Termenung.. ." (so what gitu, loh)

16. Tipe Gaptek (perlu beli buku panduan fb) Tipe ini biasanya paling bikin orang risih. Mungkin maksudnya nulis wall buat temen tp ini malah ditulis di kolom status Contoh : hai apa kabar?, kamu lagi sama siapa?, aku kuliah jurusan akuntansi, kamu kuliah dmn? (ini nyata lho. gw bener2 punya temen kyk gini. Ditulisnya huruf naik turun pula)

17. Tipe motivator Tipe seperti ini biasanya statusnya bisa menjadi pemotivasi user fb yg lain Contoh: Hnya 0rg mLas sJa yg slLu mNgaLami k'gagLan dlm hdupx.krna bgi org yg g!at,sUatu k'gagLan adLah sbuah kberhasLan yg trtUnda. (ini gw copas dari status friends gw. cantik padahal. tapi nulisnya begini jadi gmn gitu )

18. Tipe music holic Orang seperti ini biasanya adalah orang yang menuangkan perasaannya ke dalam musik Contoh: Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yg terbaik----D'massiv: jgn menyerah (lagu yg 1 ini sempet booming bgt d'friends gw)

19. Tipe jorok Hmm ...orang kayak gini gw paling gak suka. Jadi bikin bener2 ilfeel Contoh: abis berak... (bayangin gan. abis berak aja langsung di publikasiin. penting bgt gak sih?)

20. Tipe religius Nah tipe kayak gini nih paling jarang (menurut pengamatan gw). Kecuali kalo lg ada momen2 seperti ujian akhir, ujian masuk PTN, atau sebelum pengumuman kelulusan Contoh: Ya Allah tolong mudahkan hamba & teman2 hamba mengerjakan soal2 ujian yg akan kami hadapi besok (pas ada ujian). Ya Allah luluskan kami 1 angkatan siswa siswa SMAN ** (sebelum pengumuman kelulusan)

21. Tipe pasrah Orang tipe seperti ini biasanya kalo lagi kena musibah. Contoh: aduh ketauan nyontek. Udah ah liat nanti aja

22. Tipe gila bola Tipe yang 1 ini biasanya selalu memposting status sesuai berita bola yang lg hangat / sekedar memberi dukungan kpd tim kesayangannya. Status seperti ini biasanya sering mendapat like (gw menyebutnya ijo2 ala fb) dari user lain yg juga penggila bola. Contoh: Xabi Alonso telah resmi dijual ke real madrid (berita). Hala Madrid (kasih dukungan)

23. Tipe Gak Jelas selalu nulis status yang gak jelas Contoh: Eng..ing..eng..., Treng.. teng..teng..teng..., Bla..Bla..Bla DLL

24. Tipe meratapi nasib kalo tipe ini bawaannya sedih mulu Contoh: katanya sayang? kok malah gini? heeem

25. Tipe penyakitan nah tipe yg ini bisa dibilang tipe musiman. Apa lagi kalo musim sakit. Wah pasti langsung banyak yg update status ttg penyakitnya. Contoh: Aduh pilek nih, ingus meler terus lg. Aduh migran gw kambuh. Yaaa gara2 demam berdarah gw harus di opname deh

26. Tipe kedaerahan Orang-orang tipe ini biasanya orang yg masih berpegang teguh pada bahasa daerahnya Orang seperti ini biasanya memposting status dengan bahasa daerahnya yg orang lain blm tentu tau. Contoh: Tmend esdhe.ko brubbah kbeh . . .tmbh aneh . . . .gosibp ezd lauazt sek usum ae ! ! Hehehehe (orang jawa)

Anda termasuk tipe yang mana???

Saranku jadikanlah fb ini sbg tempat tuk menimba ilmu dan ambil sisi positifnya dg adanya dumay dan ingatlah dimanapun kita berpijak selalu ada yang tak pernah tidur mengawasi kita dan apapun yg kita lakukan selalu tercatat disebelah tangan kanan dan kirimu ada yg selalu mencatat apa yg kamu lakukan walaupun kamu menganggap achhhhhh....ini kan hanya tempat mencari hiburan buat apa mikir yang seriuuuuuuuus kita kan dah capek dg kerjaan yg meumpuk dan dg masuk fb ini hanya tuk ngilangin streeeeeeeeeees.......hmmmmmmm.....ini dia cara berfikirnya orang pinter tapi keblinger......
Silahkan saling berbagi bila dirasa artikel ini bermanfaat dan tak lupa salam santun penuh damai dariku selalu........^_^

by:shalsyabela_______

Rabu, 09 Mei 2012




AMALAN DAPAT JODOH TERBAIK

OLEH : UST. YUSUF MANSYUR





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cara gampang cari jodoh terbaik adalah metode agar Allah azza wajalla berkenan membuka Rahasia Jodoh Terbaik & Menghadirkannya.
Anjuran penggunaan : Sucikan diri (wudhu), sholat sunah 2 rakaat, berdoa, siapkan Al Quran selanjutnya ikuti langkah awal menuju solusi.

Urutan yang harus dilakukan : Merubah pemahaman untuk merubah pola piker lalu mencari penyebab hambatan untuk merubah pola ikhtiar.
Pemahaman : 1. Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri. Pemahaman 2 : Pahami & Yakinlah bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah.
QS 31:34 : Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan & mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dari pemahaman 1 & 2 jelaslah SEGERA RUBAH POLA PIKIR ANDA DALAM MENCARI JODOH! Perbaiki dulu Hubungan dengan Allah baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan. Selanjutnya adalah cara memeriksa hubungan dengan Allah yang terdiri dari hubungan dengan Allah, Orang tua & sesama, periksalah! Apa kita pernah percaya dengan ramalan, datang ke orang pinter, percaya kekuatan selain Allah?
HATI2 SAUDARAKU! Dengan berbuat syirik dalam perjodohan bikin anda malah tertipu & menderita seumur hidup, bisa jadi anda dijauhkan dari yang semestinya jodoh terbaik atau bahkan tidak menemukannya sama sekali.
QS 31:33 : Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah, bisa juga anda mendapat jodoh namun yang malah membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah sebab akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan. QS 24:3&26 :....musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.
Bukankah anda menginginkan jodoh sebagaimana disebutkan dalam QS 30:21 : ... salah satu tanda kekuasaan-Mu adalah menjadikan pasangan hidup dari jenis kami, yaitu manusia. Yang demikian adalah agar kami cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kami rasa kasih dan sayang.

PERIKSALAH WAHAI SUADARAKU! Apakah sholat kita sudah berkualitas?
Inginnya sih jodoh Allah hadirkan tepat waktu tidak telat2 tapi saat Allah memanggil untuk sholat eh malah ditelat2in, telat juga deh tuh jodoh.
QS 107:4-5 : Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.

JUJURLAH WAHAI SAUDARAKU! Apakah anda pernah melakukan hubungan yang melampui batas atau bahkan berzina? QS. 25:68-69 : Barangsiapa yang melakukan yang demikian niscaya dia mendapat pembalasan berlipat sejak di dunia...salah satunya jdoh yang tak kunjung hadir.

PERIKSA HUBUNGAN KITA DENGAN ORANG TUA, adakah anda pernah menyakiti atau mengkasari mereka karena perbuatan tersebut termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah (termasuk jodoh).
QS. 17:23 : Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

PERIKSA HUBUNGAN SILATURAHIM. Putus silaturahim berakibat putusnya rahmat (salah satu bentuknya jodoh).QS.49:10:....sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.

PERIKSA DALAM HUBUNGAN SEBELUMNYA (mis : mantan2) apakah ada yang sampai tersakiti atau terzalimi. Hindari doa orang yang teraniaya/terzalimi, karena doanya pasti dikabulkan (kalo dia doakan ga dapat jodoh bagaimana?).

APAKAH ANDA PERNAH BERGUNJING YANG MENGARAH MENGADU DOMBA, yang menyebabkan putusnya tali silaturahim?
QS 49:12 : Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.

Bila anda pernah melakukan 1 saja dari hal diatas, SEGERALAH lakukan langkah lanjutan untuk MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH.
LANGKAH 1 : MOHON AMPUN ATAS KESALAHAN & KEBURUKAN, dasar ayat QS.66:8 : Hai orang2 yang beriman Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah2an Allah akan menutup kesalahan2 kamu.
Untuk tahap awal dan sekaligus riyadhah (membiasakan),ucapkanlah KALIMAT ISTIGHFAR (ASTAGHFIRULLAH)minimal 70-100 sehari semalam dasar al hadits : Barangsiapa yang biasa beristighfar Allah akan carikan jalan Keluar Bagi Kesulitannya, kelapangan bagi kesempitannya & memberi rizki dari arah yang tidak terduga. INGET JODOH JUGA RIZKI loh. QS 71:10-12 : Maka Aku katakan kepada mereka Mohon Ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak2mu dan mengadakan untukmu kebun2 dan mengadakan pula didalamnya untukmu sungai2.



LANGKAH 2 : TINGKATKAN IBADAH, PERBAIKI IBADAH. Sekali lagi yakinkan diri akan kuasa Allah. Insya Allah ada saja jalan bagi kita termasuk JALAN HADIRNYA PASANGAN HIDUP KITA-dasar ayat QS 65:3-4 : Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Cobalah melakukan hal2 berikut ini :
PERBAIKI/LAZIMKAN WUDHU, BIASAKAN SHOLAT AWAL WAKTU DAN SHOLAT BERJAMAAH, BERDOA/BERDZIKIR SELEPAS SHOLAT, PELIHARA SHOLAT SUNAH SEBELUM & SESUDAH SHOLAT FARDHU KECUALI SETELAH SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR, BIASAKAN SHOLAT MALAM : TAHAJUD,HAJAT,ISTIKHOROH, TAUBAT, TASBIH, WITIR. Lakukanlah semampu anda,dasar ayat QS 22:77 : Hai orang2 yang beriman, ruku dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuat kebaikan supaya kamu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.

LANGKAH 3 : PASRAHKAN KEPADA ALLAH, minta hanya kepada Allah-dasar ayat QS 65:3 : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.

LANGKAH 4 : LURUSKAN NIAT. Percayalah luruskan niat, sucikan hati bahwa anda menikah karena ingin mengikuti sunah rasul dan mengharap ridho Allah (al hadits) Pernikahan itu menyempurnakan separuh dari agama.

LANGKAH 5 HILANGKAN EGO. Target/pilah pilih boleh2 aja sih, tapi yang wajar sajalah serahkan pilihan yang terbaik hanya pada Allah melalui shalat istikhoroh dan musyawarah dengan keluarga,dasar ayat QS 2:221 : Dan janganlah kamu menikahkan orang2 musyrik, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu, mereka mengajak keneraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya dan menerangkan ayat2-Nya (perintah2-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

LANGKAH 6 : PERBANYAK SILATURAHIM, terutama kepada orang2 yang pernah anda sakiti & minta ridho orang tua. Barangsiapa yang ingin diluaskan rejekinya temasuk jodoh, sambunglah tali silaturahim dasar al hadits untuk Ridho orangtua Raihlah cinta orangtua supaya Allah menghadirkan cinta buat anda.

LANGKAH 7 : MENUTUP AURAT, supaya anda tidak sesat (menjauh dari jodoh anda) dasar ayat QS 20:121 : Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat2nya dan mulailah keduanya menutupnya dengan daun2 (yang ada di)surga dan durhakalah adam kepada Tuhan dan Sesatlah ia.

RAHASIA JODOH TERBAIK : Jodoh itu tergantung pada diri kita sendiri, bila kita berperilaku baik, maka jodoh kitapun baik, jika perilaku kita buruk, maka jangan dipersalahkan jika jodoh kitapun berperilaku buruk. Wanita yang keji adalah untuk pria yang keji dan pria yang keji adalah buat wanita yang keji pula dan wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan sebaliknya. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

LANGKAH ISTIMEWA : MENOLONG YANG SEDANG KESUSAHAN misal bantulah saudara/kawan yang mau menikah tapi kekurangan/kesulitan dasar Al Hadits : wawloohu fii awnii abdi ma kanal abdu fii awni akhiihi, Allah selalu berkenan membantu hamba-Nya selama hambaNya berkenan membantu saudaranya.

SYARAT LANGKAH ISTIMEWA : LAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN JANGAN HAPUS DENGAN DOSA2, hai orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima.

Doa bagi laki2 yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi  dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.

Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII  MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

Doa tambahan : HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR, dasar ayat QS 9:129 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.

Doa untuk dapat jodoh dari hadits : ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN, artinya : Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.

LANGKAH ISTIMEWA, puasa sunnah, coba mulai sekarang sampai 40 hari kedepan. Barangsiapa yang membiasakan puasa doanya cepat terkabul.

DOA TAMBAHAN2 : ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Silahkan saling koreksi pribadi masing-masing yach.....dan moga artikel ini bermnfaat silahkan saling berbagi sesama teman tak perlu minta ijin karena sdh jelas ana ijinkan yang terpenting tuk kebaikan sesama....tak lupa salam santunku tuk smua sahabat....^_^

by:Shalsyabela_______

Rumah Rasull


 


                                    ~~~**  Rumah Rasulullah SAW **~~~


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kehidupan yang
dipenuhi dengan keberkahan, karunia dan rahmat Allah Ta’ala, serta jaminan
kehidupan yang bahagia dari Allah Ta’ala di dunia dan akhirat. Oleh karena
itu kewajiban umatnya adalah menjadikan kehidupan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam sebagai panutan dan suri tauladan dalam kehidupan mereka
.Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak
menyebut Allah”. (QS. al-Ahzab: 21).

Marilah kita melihat bagaimana rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam, rumah yang penuh dengan kerendahan hati, dan bermodalkan
keimanan. Rumah kenabian yang dipenuhi dengan keberkahan. Di dalamnya
banyak pelajaran, suri tauladan dan petunjuk hidup, di tengah-tengah zaman
yang dipenuhi dengan materi serta berlomba-lomba dalam kemewahan.

1. Kamar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kamar-kamar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibangun di atas
pelepah kurma, tembok-temboknya terbuat dari batu-batu yang disusun dengan
tanah liat, atapnya terbuat dari pelepah kurma. al-Hasan al-Bashri
rahimahullah berkata, “Saya masuk rumah istri-istri Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam pada masa khilafah Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu,
saya dapat memegang atapnya dengan kedua tanganku”. (Lihat: Shahih adab
al-mufrod: 450).

Dari Dawud bin Qois berkata, “Saya melihat kamar-kamar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam terbuat dari pelepah kurma yang terbalut
dengan serabut, saya perkirakan lebar rumah ini, antara pintu kamar dengan
pintu rumah kira-kira 6 atau 7 hasta, saya mengukur luas rumah dari dalam
10 hasta, dan saya kira tingginya antara 7 dan 8, saya berdiri dipintu
‘Aisyah saya dapati kamar ini menghadap Maghrib (Maroko)”. (Lihat: Shahih
adab al-mufrod: 451).

2. Tempat Tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidur di atas alas dan
terkadang di atas kulit, tikar, lantai, kasur dan terkadang diatas kain
hitam. Tempat tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbuat dari
tali yang dianyam, begitu juga bantalnya.

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Saya menemui Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam saat itu beliau sedang tidur di atas tikar
yang membekas pada pinggangnya, saya menangis”. Beliau berkata, “Apa yang
menjadikanmu menangis ?” saya berkata, “Raja Kisro dan Qoisar tidur diatas
kain sutra sedang engkau tidur diatas tikar”. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaanku dan dunia ini adalah tidak lain
seperti pengendara yang berlindung di bawah pohon kemudian dia
meninggalkannya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad Shahih).

Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Janganlah kalian mengatakan demikian, karena tempat tidur Kisro
dan Qoisar akan berada di neraka, sedang tempat tidurku ini pada akhirnya
akan berada di surga”.

3. Perabot Rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Dari Tsabit berkata, “Anas bin Malik mengeluarkan tempat minum yang terbuat
dari kayu dan sangat tebal serta dibalut dengan besi”. Anas berkata: “wahai
Tsabit ini adalah tempat minum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
beliau minum air, sari buah, madu dan susu darinya”. (HR. Tirmidzi).

Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab “Zad al-Ma’aad” berkata, “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai bejana dari batu yang digunakan
untuk wudhu, tempat mencuci baju dari kuningan, nampan dari kuningan,
tempat sisir, tempat celak, nampan yang terdiri dari 4 sisi dan dibawa 4
lelaki, mangkok, karpet yang ujung-ujungnya terdapat anyaman, Sa’ad bin
Zuroroh menghadiahkannya kepada beliau”.

4. Keseharian Rasulullah  di Rumahnya.

Dari al-Aswad radhiallahu ‘anhu berkata, “saya bertanya kepada ‘Aisyah
radhiallahu ‘anha apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam di rumahnya ?”. ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam selalu membantu keluarganya, jika waktu shalat telah masuk beliau
berwudhu dan pergi untuk shalat”. (HR. Muslim).

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Rasulullah menjahit bajunya,
sendalnya dan melakukan apa yang selayaknya dikerjakan para lelaki di
rumahnya” (HR. Ahmad dengan sanad Shahih).

‘Aisyah radhiallahu ‘anha ditanya, “Apa yang dilakukan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam di rumahnya?” Dia menjawab, “Beliau adalah
manusia selayaknya manusia biasa, beliau membersihkan kotoran yang menempel
pada bajunya, memerah susu dan mengurus dirinya”. (Lihat: Shahih al-adab
al-mufrod: 419).

5. Menu Makanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu menyebutkan kondisi Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, “Saya melihat Nabi kalian melipat perutnya
seharian penuh, tidak mendapatkan makanan yang dapat mengisi perutnya
walaupun itu kurma yang paling jelek”. (H.R Muslim).

‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kami adalah keluarga Muhammad selama
sebulan kami tidak menyalakan api kecuali hanya sekedar kurma dan air”.
(HR. al-Bukhari).

‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata, “Keluarga Muhammad semenjak tinggal di
Madinah tidak pernah kenyang dari makanan yang terbuat dari gandum selama
tiga hari berturut-turut sampai beliau meninggal”. (HR. al-Bukhari).

Al-Bukhari juga meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau
berkata kepada Urwah, “Wahai anak saudariku, sungguh kami menanti 3 kali
hilal dalam dua bulan dan tidak pernah api itu dinyalakan di rumah-rumah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Saya (Urwah) berkata, “Lantas apa
yang kalian makan ? ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Kurma dan air,
tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai tetangga dari
kalangan anshor yang banyak memberi, mereka sering memberi Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dari rumah mereka, sehingga mereka bisa
memberi makan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah kenyang dari roti dan
minyak dalam satu haripun”.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah meninggalkan dunia ini
sedang beliau tidak pernah kenyang dari gandum dalam satu hari, baik makan
siang maupun makan malam”. (HR. Muslim).

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuna berkata, “Rasulullah tidur pada beberapa
malam sedang keluarganya melipat perutnya, tidak mendapatkan makan malam”.
(HR. Tirmidzi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari
dalam shahihnya selalu membaca do’a, “Ya Allah berikanlah rizki makanan
pokok untuk keluarga Muhammad”.

Ibnu Baththol rahimahullah berkata, “Hadits-hadits tersebut menunjukan atas
fadhilah kesederhanaan dan mengambil seperlunya dari kehidupan dunia serta
mencukupkan diri dari kelebihan hal itu demi mendapatkan kenikmatan akhirat
dan mengedepankan sesuatu yang kekal dari yang fana. Oleh kerena itu
seharusnya, umat beliau mengikutinya dalam hal ini.”

Al-Qurthubi berkata, “Makna hadits ini adalah anjuran untuk mencari
kecukupan, karena makanan pokok itu adalah yag dapat membantu tubuh dan
cukup untuk kebutuhan. Kondisi demikian dapat menyelamatkan diri dari
penyakit kaya dan penyakit miskin.”

Oleh : Nizar Saad Jabal
Sumber : Disadur dari makalah yang ditulis oleh Dr. Amirah bintu Ali
Ash-Sha’idi. Fatwa Islami

Silahkan saling berbagi sesama teman bila dirasa artikel ini bermanfaat,tak lupa salam santunku tuk smua sahabat.....^_^

by:shalsyabela____________

Selasa, 08 Mei 2012


                                      Memahami Tawassul






Pembaca muslimah yang semoga dirahmati Allah, tawassul adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk Rasul-Nya dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan di ridhai-Nya, lebih jelasnya adalah kita melakukan suatu ibadah dengan maksud mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya. Tentu saja ini merupakan bentuk ibadah kepada Allah yang sering kali kita lakukan dalam kehidupan kita namun perlu diketahui bahwa tidak sedikit pula orang yang terjerumus kedalam tawassul yang itu sama sekali tidak di syari’atkan di dalam agama Islam. Ada sebagian orang yang mentakwil hadits-hadits tentang tawassul dengan berdasarkan akal pemikiran dan hawa nafsu belaka. Sehingga muncullah berbagai bentuk tawassul yang sama sekali tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam bahkan merupakan kesyirikan yang besar.

Untuk itulah disini kita akan membahas tentang berbagai macam bentuk tawassul yang sudah tersebar bahkan di lingkungan sekitar kita. Kita diperbolehkan melakukan  tawassul yang syar’i karena ini merupakan suatu bentuk ibadah kepada Allah yang sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi kita shallallahu’alaihi wa sallam. Namun jelas kita juga dilarang dari melakukann berbagai bentuk tawassul yang bid’ah apalagi syirik yang ini pun juga sudah tersebar dan menjadi kebiasan bagi sebagian orang. Mereka menganggap dirinya sedang beribadah dan memohon ridha-Nya namun ternyata sebaliknya, murka Allah-lah baginya. Waliyyadzubillah.
Dengan itu maka kita akan mulai mengkaji apa sebenarnya makna tawassul itu dan bagaimana yang disyari’atkan serta yang bagaimana yang terlarang. Tentunya agar kita tidak terjerumus ke dalamnya tanpa kita sadari karena kejahilan pada diri kita.

Pengertian Tawassul

Tawassul adalah mengambil sarana/wasilah agar do’a atau ibadahnya dapat lebih diterima dan dikabulkan. Al-wasilah menurut bahasa berarti segala hal yang dapat menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu. Bentuk jamaknya adalah wasaa-il (An-Nihayah fil Gharibil Hadiit wal Atsar :v/185 Ibnul Atsir). Sedang menurut istilah syari’at, al-wasilah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala, yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari IV/567 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diti kepadaNya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.” (Qs.Al-Maidah:35)

Mengenai ayat diatas Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata,”Makna wasilah dalam ayat tersebut adalah al-qurbah (peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah).”

Demikian pula yang diriwayatkan dari Mujahid, Ibnu Wa’il, al-Hasan, ‘Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid, dan yang lainnya. Qatadah berkata tentang makna ayat tersebut,”Mendekatlah kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan amalan yang di ridhoi-Nya.” (Tafsir Ibnu Jarir ath-Thabari IV/567 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).

Adapun tawassul (mendekatkan diri kepada Allah dengan cara tertentu) ada tiga macam: tawassul sunnah, tawassul bid’ah, dan tawassul syirik.

Tawassul Sunnah

Pertama: Bertawassul dengan menyebut asma’ul husna yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a. Allah Ta’ala berfirman,

“Hanya milik Allah-lah asma’ul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma’ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjaan.” (Qs.Al-A’raf:180)

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam do’anya,

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama-Mu, yang Engkau menamakan diriMu dengan nama-nama tersebut, atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang hambaMu, atau yang telah Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang masih tersimpan di sisi-Mu.” (HR.Ahmad :3712)

Kedua: Bertawassul dengan sifat-sifat Allah Ta’ala. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam do’anya,

“Wahai Dzat Yag Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, hanyadengan RahmatMu lah aku ber istighatsah, luruskanlah seluruh urusanku, dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walaupun sekejap mata.” (HR. An-Nasa’i, Al-Bazzar dan Al-Hakim)

Ketiga: Bertawassul dengan amal shalih

Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab shahih muslim, sebuah riwayat yang mengisahkan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal shalih mereka. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya berupa memelihara hak buruh. Orang ke dua bertawassul dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Sedangkan orang ke tiga bertawassul dengan takutnya kepada Allah Ta’ala, sehingga menggagalkan perbuatan keji yang hendak dia lakukan. Akhirnya Allah Ta’ala membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghaanginya, hingga mereka bertiga pun akhirnya selamat. (HR.Muslim 7125)

Keempat: Bertawassul dengan meminta doanya orang shalih yang masih hidup. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa ada seorang buta yang datang menemui Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Orang itu berkata, “Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar menyembuhkanku (sehingga aku bisa melihat kembali).”

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Jika Engkau menghendaki aku akan berdoa untukmu. Dan jika engkau menghendaki, bersabar itu lebih baik bagimu.”

Orang tersebut tetap berkata,”Do’akanlah.”

Lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menyuruhnya berwudhu secara sempurna lalu shalat dua raka’at, selanjutnya beliau menyuruhnya berdoa dengan mengatakan,

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan aku menghadap kepada-Mu bersama dengan nabi-Mu, Muhammad, seorang nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap bersamamu kepada Tuhanku dalam hajatku ini, agar Dia memenuhi untukku. Ya Allah jadikanlah ia pelengkap bagi (doa)ku, dan jadikanlah aku pelengkap bagi (doa)nya.” Ia (perawi hadits) berkata,”Laki-laki itu kemudian melakukannya, sehingga dia sembuh.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi)

Kelima: Bertawassul dengan keimanannya kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu),’Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’. Maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.” (Qs.Ali-Imran:193)

Keenam: Bertawassul dengan ketauhidannya kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِباً فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersemptnya (menyulitkannya). Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap,’bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak disebah) selain Engkau, maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.’ Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikian Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Qs.Al-Anbiya:87-88)

***

Tawassul Bid’ah

Pertama: Tawassul dengan kedudukan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam atau kedudukan orang selain beliau.

Dalam shahih Bukhari terdapat hadits, “Dari Anas bin Malik, bahwasannya Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu jika terjadi kekeringan, maka beliau berdo’a agar diturunkan hujan dengan bertawassul melalui perantaraan (do’a) Al-‘Abbas bin Abdul Muthallib. Umar berkata,’Ya Allah dahulu kami bertawassul dengan nabi kami hingga Engkau menurunkan hujan kepada Kami. Dan sekarang kami bertawassul dengan paman nabi kami, maka turunkanlah hujan kepada kami’. Kemudian turunlah hujan.” (HR.Bukhari: 1010)

Maksud bertawassul dengan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bukanlah “Bertawassul dengan menyebut nama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam atau dengan kedudukannya sebagaimana persangkaan sebagian orang. Akan tetapi maksudnya adalah bertawassul dengan do’a Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Oleh karena itu ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah wafat, para sahabat tidak bertawassul dengan nama atau keddukan Nabi, akan tetapi bertawassul dengan doa paman Nabi shallallahu’alaihi wa sallam –yaitu ‘Abbas- yang saat itu masih hidup.

Kedua: Bertawassul dengan cara menyebutkan nama atau kemuliaan orang shalih ketika berdo’a kepada Allah Ta’ala.

Ini adalah bid’ah bahkan perantara menuju kesyirikan. Contoh,”Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan Syaikh Abdul Qadir Jailani, ampunilah aku.”

Ketiga: Bertawassul dengan cara beribadah kepada Allah Ta’ala di sisi kubur orang shalih. Ini merupakan bid’ah yang diada-adakan, dan bahkan merupakan perantara menuju kesyirikan.

***

Tawassul Syirik

Tawassul yang syirik adalah menjadikan orang yang sudah meninggal sebagai perantara dalam beribadah seperti berdoa kepada mereka, meminta hajat, atau memohon pertolongan kepada mereka. Contoh,”Ya Sayyid Al-Badawi, mohonlah kepada Allah untuk kami”.

Perbuatan ini merupakan syirik akbar dan dosa besar yang paling besar, meskipun mereka menamakannya dengan “tawassul”. Hukum syirik ini dilihat dari hakikatnya yaitu berdo’a kepada selain Allah.

Penulis: Ummu Yusuf Nur Indah Sari
Muroja’ah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal

Maraji’:
Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Mutiara Faedah Kitab Tauhid, Abu Isa Abdullah bin Salam.
Khudz ‘Aqidataka minal Kitabi wa Sunnatis Shahihi, Muhammad bin Jamil Zainu.
Buletin At-Tauhid, Jogjakarta.

Adab memotong kuku


MEMOTONG KUKU
FITRAH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Menurut Kamus Dewan, kuku ialah selaput atau bahagian keras yang tumbuh pada hujung jari manusia, benda keras yang menganjur yang tumbuh pada hujung kaki binatang (ada yang besar dan ada yang panjang dan tajam).

Kuku yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala mempunyai peranan dan kepentingannya yang tersendiri kepada manusia. Dalam hukum Islam, kuku berperanan dalam beberapa perkara hukum yang tidak seharusnya diabaikan oleh umat Islam. Walaupun ia dilihat hanya seolah-olah perkara kecil, namun kadang-kadang ia adalah perkara besar, sebagai contoh ketika seorang yang masih dalam ihram haji atau umrah didenda membayar dam kerana memotong kukunya. Demikian juga kuku boleh menyebabkan tidak sah wudhu atau mandi junub, jika air tidak atau terhalang sampai ke kuku.

Beberapa permasalahan yang berhubungkait dengan kuku dari segi hukum, hikmat memotong kuku, memanjangkan dan mewarnanya akan dibincangkan dalam Irsyad Hukum kali ini.

1.           Hukum Dan Hikmat Memotong Kuku

Memotong kuku adalah termasuk dalam amalan sunat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari 'Aisyah Radhiallahu 'anha yang maksudnya: "Sepuluh perkara dikira sebagai fitrah (sunnah): memotong misai, memelihara janggut, bersugi, memasukkan air ke hidung, memotong kuku, membasuh sendi-sendi, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu ari-ari, bersuci dengan air (beristinja), berkata Zakaria: "berkata Mus'ab: "Aku lupa yang kesepuluh kecuali berkumur."

(Hadis riwayat Muslim) Memotong kuku adalah sunat bagi lelaki dan perempuan sama ada kuku tangan atau kaki. Adapun hikmat daripada pensyariatan memotong kuku ialah menghilangkan segala kotoran yang melekat atau berkumpul di celah kuku, yang mana kotoran tersebut boleh menghalang sampainya air ketika bersuci.

Selain daripada itu, jika kuku itu pula dibiarkan panjang dan segala kotoran atau najis melekat di dalamnya, nescaya ia boleh menjejaskan kesihatan.

2.           Cara Dan Benda Untuk Memotong Kuku

Sunat memotong kuku bermula daripada tangan kanan kemudian tangan kiri, memotong kuku kaki kanan kemudian kaki kiri.

Menurut Imam an-Nawawi, sunat memotong kuku bermula jari tangan kanan keseluruhannya daripada jari telunjuk sehinggalah jari kelingking dan diikuti ibu jari, kemudian tangan kiri daripada jari kelingking sehinggalah ibu jari.

Sementara kuku kaki pula, bermula kaki kanan daripada jari kelingking sehinggalah ibu jari kemudian kaki kiri daripada ibu jari sehinggalah kelingking.

Harus seseorang itu memotong kukunya dengan menggunakan gunting, pisau atau benda yang khas yang tidak menyebabkan mudharat pada kuku atau jari sepertimana yang dikenali sebagai alat pemotong kuku.

Setelah selesai memotong kuku, sayugia segera membasuh tangan (tempat kuku yang telah dipotong) dengan air. Ini kerana jika seseorang itu menggaru pada anggota lain, ditakuti akan menghidap penyakit kusta.

Menurut kitab al-Fatawa al-Hindiyah dalam mazhab Hanafi bahawa makruh memotong kuku dengan menggunakan gigi kerana ia boleh mewarisi penyakit kusta.

3.           Waktu Memotong Kuku

Dalam perkara memotong kuku, waktu juga diambil kira dan diambil perhatian dalam Islam. Adapun waktu memotong kuku itu tertakluklah pada panjang kuku tersebut. Bila-bila masa sahaja diharuskan memotong kuku apabila seseorang itu berkehendak pada memotongnya. Akan tetapi janganlah membiarkan kuku tersebut tidak dipotong sehingga melebihi empat puluh hari. Sebagaimana diriwayatkan daripada Anas bin Malik yang maksudnya :

 "Telah ditentukan waktu kepada kami memotong misai, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu ari-ari agar kami tidak membiarkannya lebih daripada empat puluh malam."

(Hadis riwayat Muslim) Adapun menurut Imam asy-Syafi'e dan ulama-ulama asy-Syafi'eyah, sunat memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Juma'at, sebagaimana disunatkan mandi, bersugi, berharuman, berpakaian kemas sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan sembahyang Juma'at.

Diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma berkata yang maksudnya :

Maksudnya: "Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesiapa yang mandi pada hari Juma'at, bersugi, berwangian jika memilikinya dan memakai pakaian yang terbaik kemudian keluar rumah sehingga sampai ke masjid, dia tidak melangkahi (menerobos masuk) orang-orang yang telah bersaf, kemudian dia mengerjakan sembahyang apa sahaja (sembahyang sunat), dia diam ketika imam keluar (berkhutbah) dan tidak berkata-kata sehingga selesai mengerjakan sembahyang, maka jadilah penebus dosa di antara Juma'at itu dan Juma'at sebelumnya."

(Hadis riwayat Ahmad) Daripada Abu Hurairah katanya yang maksudnya : "Bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam memotong kuku dan mengunting misai pada hari Juma'at sebelum Baginda keluar untuk bersembahyang."


Hari-Hari Memotong kuku

(Riwayat al-Bazzar dan ath-Thabrani) Sementara menurut Ibnu Hajar Rahimahullah pula, sunat memotong kuku itu pada hari Khamis atau pagi Juma'at atau pada hari Isnin.

Terdapat dalam sebuah hadith Nabi SAW bermaksud;
“Barangsiapa memotong kuku atau mengerat kuku pada;
SABTU -> Mempusakai penyakit akilah (yang disebabkan  banyak makan)
AHAD -> Hilang berkat
ISNIN-> Mempusakai alim fadhil (berilmu dan mempunyai kelebihan)
SELASA -> Mempusakai kebinasaan
RABU -> Mempusakai jahat perangai
KHAMIS -> Mempusakai kaya
JUMAAT -> Mempusakai ilmu dan lemah lembut
(Dipetk dari kitab Al-Jauharul Mauhub Wa Munabbahatul Qulub Jilid 1)


4.           Menanam Potongan Kuku

Islam sangat perihatin terhadap memuliakan anak Adam termasuk memuliakan anggota badan manusia. Potongan-potongan kuku sunat ditanam di dalam tanah sebagai tanda menghormatinya, kerana ia salah satu daripada anggota manusia. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Fath al-Bari, bahawa Ibnu 'Umar Radhiallahu 'anhu menanam potongan kuku.

5.           Memotong Kuku Ketika Haid, Nifas Dan Junub

Menurut kitab Al-Ihya', jika seseorang itu dalam keadaan junub atau berhadas besar, jangan dia memotong rambut, kuku atau mengeluarkan darah atau memotong sesuatu yang jelas daripada badannya sebelum dia mandi junub. Kerana segala potongan itu di akhirat kelak akan kembali kepadanya dengan keadaan junub.

6.           Memanjangkan Kuku Dan Mewarnainya ( Cutex)

Tabiat memanjangkan kuku dan membiarkannya tanpa dipotong adalah perbuatan yang bertentangan dengan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihhi wasallam , kerana Baginda menggalakkan supaya memotong kuku. Jika dibiarkan kuku itu panjang, nescaya banyak perkara-perkara yang membabitkan hukum seperti wudhu, mandi wajib dan sebagainya.

Adapun dalam hal mewarnai kuku (cutex), perempuan yang bersuami adalah haram mewarnai kuku jika suaminya tidak mengizinkan. Sementara perempuan yang tidak bersuami pula, haram baginya mewarnai kuku. Demikian juga jika pewarna itu diperbuat daripada benda najis adalah haram digunakan melainkan ada hajat seperti berubat.

Jika pewarna kuku itu boleh menghalang daripada masuknya air, maka wajiblah ditanggalkan pewarna tersebut. Jika tidak ditanggalkan ia daripada kuku tangan atau kaki, maka tidaklah sah wudhu apabila dia berhadas kecil, atau mandi wajib apabila dia berhadas besar iaitu haid, nifas atau junub.

Hal ini berbeza pula dengan berinai, kerana perempuan yang bersuami atau perempuan yang hendak berihram sunat baginya berinai atau berpacar. Walau bagaimanapun cara berinai yang disunatkan itu ialah dengan menggunakan daun inai pada seluruh dua telapak tangan hingga ke pergelangan tangan. Disunatkan juga menyapukan sedikit inai kemuka, sebab ketika ihram, perempuan disuruh membuka muka dan kadang-kadang kedua telapak tangannya akan terbuka. Maka dengan berinai itu akan menutupi warna kulit tangan dan muka.

Adapun perempuan yang tidak bersuami, adalah makruh berinai (menginai seluruh dua telapak tangan hingga ke pergelangan tangan) tanpa ada sesuatu sebab keuzuran dan tidak pula bermaksud untuk melakukan ihram. Ini kerana ditakuti akan menimbulkan fitnah.

Sementara cara berinai dengan hanya menginaikan hujung-hujung jari sahaja dan membuat ukiran-ukiran tertentu adalah tidak dianjurkan, bahkan haram hukumnya berbuat begitu. Akan tetapi diharuskan bagi perempuan yang bersuami berinai dengan cara berkenaan dengan syarat ada keizinan daripada suami. Ini memandangkan ada tujuan isteri berhias untuk suami. Jika tanpa ada keizinan suami maka hukumnya tetap haram.

Manakala hukum berinai bagi kaum lelaki pada dua tangan dan kaki adalah haram. Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik katanya yang maksudnya :

 "Bahawa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melarang kaum lelaki memakai za'faran (kuma-kuma)."

(Hadis riwayat Muslim) Tambahan lagi, perbuatan berinai pada tangan dan kaki itu terdapat di dalamnya unsur-unsur menyerupai cara kaum wanita berhias. Akan tetapi jika lelaki itu berinai kerana ada keuzuran iaitu ada keperluan atau hajat seperti untuk berubat, tidaklah diharamkan malahan tidak juga dimakruhkan ke atasnya berinai

Semoga bermanfaat dan silahkan saling berbagi sesama teman yang membutuhkan,tak lupa salam santunku tuk smua sahabat......^_^

by:shalsyabela_________