kumpulan artikel motivasi dari berbagai sumber dan khusus tuk belajar dan memotivasi diri saya sendiri
Senin, 20 Agustus 2012
"jangan Biarkan Hati menghitam "
Minggu, 19 Agustus 2012
" Dimana Hati Nuranimu "
" Iman "
"Bungaku "
" Melody Dunia "
Kamis, 16 Agustus 2012
" Untukmu Ukhty "
"Untukmu Adam"
Sebab utama laki2 di tarik ke neraka oleh wanita
----------------------------------------------------------------
"Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk
ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak
memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu.
Mereka ialah:
1. Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan
anak2 perempuannya didunia. Dia tidak memberikan segala
keperluan agama seperti mengajar solat,mengaji dan
sebagainya Dia membiarkan anak2 perempuannya tidak
menutup aurat. Tidak cukup kalau dgn hanya memberi
kemewahan dunia sahaja. Maka dia akan ditarik ke neraka
oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah,
bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?.
Adakah kau
mengajarnya bersolat ... ..menutup aurat?.. pengetahuan
agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah
utk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)
2. Suaminya
Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk
isterinya. Bergaul! bebas di pejabat, memperhiaskan diri
bukan utk suami tapi utk pandangan kaum lelaki yg bukan
mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yg
alim dimana solatnya tidak pernah bertangguh, maka dia
akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm
neraka.
(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal
keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut
ketetapan syari'at, maka terimalah hakikat yg kau akan
sehidup semati bersamanya di 'taman' neraka sana.)
3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga
maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara
lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya
sahaja dan adiknya dibiar melencong dari ajaran
Islam,tunggulah tarikan adiknya di akhirat
kelak.
(p/s; Duhai lelaki yg mempunyai adik perempuan, jgn hanya
menjaga amalmu, dan jgn ingat kau terlepas...
kau juga akan dipertanggungjawabkan diakhirat kelak...jika
membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat... dan
tidak menutup aurat.)
4. Anak2 lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal
kelakuan yg haram disisi Islam. bila ibu membuat
kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata dan
sebagainya...maka anak itu akan disoal dan
dipertanggungjawabkan di akhirat kelak....dan nantikan
tarikan ibunya ke neraka.
(p/s; Duhai anak2 lelaki.... sayangilah ibumu....
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa.... krn ibu juga insan
biasa... x lepas dr melakukan dosa...
selamatkanlah dia dr menjadi 'kayu api' neraka....jika tidak,
kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)
..................................................
Lihatlah.....betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di
dunia malah diakhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka
kaum lelaki yg bergelar ayah/suami/abang atau anak harus
memainkan peranan mereka.
Firman Allah S.W.T;
"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api
neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-
batu...."
Salam santun silaturahmi
__________shalsyabela___________
Rabu, 27 Juni 2012
Gadisku
Hai gadis,
Ku tahu kau bukan gadis lemah
Atau seorang gadis yang kesepian
Kau mampu memberi semangat
Kau mampu menatap tegas dunia
Di antara beragam tugas yang mendera
Di antara lika liku kehidupan kota
Kau tangguh bagai karang di lautan
Kawan gadismu bertebaran
Meski sementara luput dalam pandanganmu
Banyak yang mencintaimu
Meski kadang terabaikan
Gadis, mengapa kau cari cinta yang lain
Mengapa kau cari kasih yang tersisih?
Ya, kasih yang tersisih
Dengan mencari seorang saudara
Yang kau panggil Abang, Kakak, Mas
Dan ku tahu ia bukan saudara kandungmu
Kau mendekatinya seolah kau teramat mengenalnya
Kau bilang kau nyaman
Melebihi persaudaraan dengan kawan gadismu
Kau labuhkan tiap rasa padanya
Dan sekali lagi
Kau dan dia berbeda jenis kelamin
Kau bilang sudah kau anggap abang
Yang kutahu baru sebulan kau mengenalnya
Entah siapa yang mengesahkan hubungan “persaudaraan” mu
Sedang ku yakin orang tuamu pun tidak tahu
Kau bilang hanya sebagai abang
Mungkin terjerumus dalam hubungan terlarang
Rasa cinta bisa jadi mengincar
Panah syaithan bisa jadi memburu
Gadis, aku yakin
Sudut terdalam hatimu akan merintih
Jika kau selalu abaikan nuranimu
Yang inginkan kau selalu dalam kebaikan
Gadis, kau wanita mulia
Ruang hatimu, cukup Allah saja yang tahu
Lelah ragamu, biar saja Allah jadi pelipur lara
Atau kau bisa curahkan pada Ayahmu, Ibumu, saudara kandungmu
Kawan gadismu dan yang menenteramkan hatimu
Sebenar-benar kenyamanan hati
Hanya dalam balutan ridhaNya
Karena kau wanita mulia
Selasa, 19 Juni 2012
Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak
~ Antara AYAH, Anak dan Burung Gagak... ~
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, AYAHHH…..!!! ”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
” Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta MARAH .”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.
SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat….
by virouz007
Author : PercikanIman.org
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, AYAHHH…..!!! ”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
” Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta MARAH .”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.
SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat….
by virouz007
Author : PercikanIman.org
Rabu, 23 Mei 2012
Hidup itu Indah
~* Hidup itu Indah *~
======================================
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hidup akan terasa indah jika kita selalu
berprasangka baik kepada ALLAH atas apa
yang terjadi kepada kita. Hidup akan terasa
indah jika kita selalu berbagi dan
bermanfa’at kepada yang lain.
Seharusnya kita juga berusaha untuk
menjadi keluarga ALLAH.
Siapakah keluarga ALLAH ???
Daripada Anas ra. Ia berkata Rasulullah
SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah itu mempunyai
keluarga yang terdiri daripada
manusia.” Kemudian Anas berkata lagi,
“Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”
Baginda manjawab, “yaitu ahli quran (orang
yang membaca atau menghapal quran dan
mengamalkannya). Mereka adalah keluarga
Allah dan orang-orang yang istimewa bagi
Allah.” (HR. Ahmad)
Seharusnya kita menjadi seorang ahlul
Qur’an. Karena Kalamullah adalah
sebagai huda (petunjuk), asy-
syifa (penyembuh), dan penyelamat hidup
manusia di dunia maupun di akhirat.
Kehidupan yang kita jalani pasti di dalam
nya ada keindahan dan pasti juga ada
kegelapan, seperti gelapnya malam dan
indahnya siang. Hidup tidak akan indah
tanpa keindahan dan kegelapan, keindahan
bisa hadir karena kegelapan, kegelapan
juga hadir karena keindahan, semuanya
saling berputar, kita bisa merasakan
keindahan dalam hidup karena sebelumnya
muncul kegelapan dalam hidup kita, dan
kita juga dapat merasakan kegelapan
karena sebelumnya kita merasakan
keindahan.
Kita ketahui keindahan adalah suatu
perasaan yang timbul dalam hati manusia
saat dimana manusia merasakan dalam
hidupnya sesuatu yang baru dan membuat
takjub, keindahan akan membuat manusia
terlena, karena itu tercipltalah kegelapan.
Kegelapan adalah keadaan dimana seorang
manusia mengalami cobaan dalam
hidupnya dengan suatu keadaan yang
harus mereka pecahkan dengan sebuah
kesabaran, jika kita sabar dan terus
berusaha kita akan menghapus kegelapan
dalam hidup kita dan menjadikannya
sebuah keindahan.
Campur tangan Allah di dunia ini, “diwakili”
oleh ketentuan yang sudah Dia gariskan.
Tidak turun tangan langsung seperti
mengatur bidak-bidak catur. Dalam
kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari
aturan-aturan (ketentuan) tersebut.
Bagaimanapun jalan kita, kita terikat oleh
ketentuan tersebut. Namun, kita pun
dibekali akal untuk memahami aturan-
aturan tersebut, sehingga ketika kita
memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita
tidak bertindak bodoh dan celaka karena
melakukan sesuatu yang tidak sesuai
dengan ketentuan. Namun, terkadang,
dalam beberapa hal, Allah benar-benar
mengambil alih dan “menyentil” kehidupan
kita dengan caranya yang tidak bisa kita
pahami.
Kegelapan dan Keindahan Hidup selalu ada
dalam setiap langkah perjalanan hidup kita,
kegelapan dan keindahan akan membuat
kesempurnaan dalam hidup dan membuat
hidup ini menjadi lebih indah dan
bermakna.
Laa tahzan. Tidak selamanya kenikmatan
berupa keindahan. Namun, kesabaran dan
keikhlasan pun adalah kenikmatan yang
tiada terkira saat kita berhasil melewati
ujian dari NYA.
salam santunku.....^_^______________________________
Nama-nama istri Nabi
NAMA ISTRI-ISTRI RASULULLAH
SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
======================================
Pertanyaan :
ﺎﻣ ﺀﺎﻤﺳﺃ ﻲﻫ ﺕﺎﺟﻭﺯ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ؟
Siapa saja nama istri-istri Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam?
Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih Hafizhahullah
menjawab :
ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﺓﻼﺼﻟﺍﻭ ﻡﻼﺴﻟﺍﻭ ﻰﻠﻋ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﻋﻭ ﻪﻟﺁ
ﻪﺒﺤﺻﻭ ﺎﻣﺃ ﺪﻌﺑ
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta
salam semoga senantiasa terlimpah kepada
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,
keluarganya dan para sahabatnya. Amma
ba’du,
ﺀﺎﻤﺳﺄﻓ ﺕﺎﺟﻭﺯ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻲﻫ ﻢﻠﺳﻭ ﻲﻟﺎﺘﻟﺎﻛ :
1- ﺔﺠﻳﺪﺧ ﺪﻠﻳﻮﺧ ﻦﺑ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
ﺓﺩﻮﺳ -2 ﺖﻨﺑ ﻪﻌﻣﺯ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
-3 ﺔﺸﺋﺎﻋ ﺖﻨﺑ ﻲﺑﺃ ﺮﻜﺑ ﻖﻳﺪﺼﻟﺍ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
-4 ﺔﺼﻔﺣ ﺖﻨﺑ ﺮﻤﻋ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
ﺐﻨﻳﺯ -5 ﺖﻨﺑ ﺔﻤﻳﺰﺧ ﻲﺿﺭ .ﺎﻬﻨﻋ ﻪﻠﻟﺍ
-6 ﻡﺃ ﺔﻤﻠﺳ ﺪﻨﻫ ﺖﻨﺑ ﻲﺑﺃ ﺔﻴﻣﻭﺰﺨﻤﻟﺍ ﺔﻴﻣﺃ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
-7 ﻡﺃ ﺔﻠﻣﺭ ﺔﺒﻴﺒﺣ ﺖﻨﺑ ﻲﺑﺃ ﻥﺎﻴﻔﺳ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
-8 ﺔﻳﺮﻳﻮﺟ ﺖﻨﺑ ﺙﺭﺎﺤﻟﺍ ﺎﻬﻤﺳﺍ ﻥﺎﻛﻭ ﺓﺮﺑ ، ﺎﻫﺎﻤﺴﻓ ﻝﻮﺳﺭ
ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ .ﺔﻳﺮﻳﻮﺟ
-9 ﺔﻧﻮﻤﻴﻣ ﺖﻨﺑ ﺙﺭﺎﺤﻟﺍ ﺔﻴﻟﻼﻬﻟﺍ ﻲﺿﺭ .ﺎﻬﻨﻋ ﻪﻠﻟﺍ
ﺔﻴﻔﺻ -10 ﺖﻨﺑ ﻲﻴﺣ ﺐﻄﺧﺃ ﻦﺑ ﻲﺿﺭ .ﺎﻬﻨﻋ ﻪﻠﻟﺍ
-11 ﺐﻨﻳﺯ ﺖﻨﺑ ﺶﺤﺟ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ .ﺎﻬﻨﻋ
ﻒﻠﺘﺧﺍﻭ ﻲﻓ ﺔﻧﺎﺤﻳﺭ ﺖﻨﺑ ﺪﻳﺯ ﻞﻫ ﺔﻳﺮﻀﻨﻟﺍ ﻦﻣ ﺖﻧﺎﻛ
ﻪﺗﺎﺟﻭﺯ ﻦﻣ ﻡﺃ ﺇﻣﺎﺋﻪ؟
Nama istri-istri Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam adalah sebagai berikut:
1. Khadijah binti Khuwailid
Radhiallahu’anha.
2. Saudah binti Zam’ah Radhiallahu’anha.
3. ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq
Radhiallahu’anha.
4. Hafshah binti Umar Radhiallahu’anha.
5. Zainab binti Khuzaimah
Radhiallahu’anha.
6. Ummu Salamah Hindun binti Abu
Umayyah Al Makhzumiyyah
Radhiallahu’anha.
7. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
Radhiallahu’anha.
8. Juwairiyyah binti Al Harits
Radhiallahu’anha, aslinya bernama Barrah,
namun diganti oleh Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam menjadi
Juwairiyyah.
9. Maimunah binti Al Harits Al Hilaliyyah
Radhiallahu’anha.
10. Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab
Radhiallahu’anha.
11. Zainab binti Jahsy Radhiallahu’anha.
Para ulama berbeda pendapat mengenai
Raihanah binti Zaid An Nadhriyyah, apakah
termasuk istri ataukah budak Rasulullah?
ﺀﻻﺆﻬﻓ ﻩﺅﺎﺴﻧ ﺕﺎﻓﻭﺮﻌﻤﻟﺍ ﻲﺗﻼﻟﺍ ﻞﺧﺩ ﻦﻬﺑ ، ﺎﻣﺃ ﻦﻣ ﺎﻬﺒﻄﺧ
ﻢﻟﻭ ﺎﻬﺟﻭﺰﺘﻳ، ﻦﻣﻭ ﺖﺒﻫﻭ ﺎﻬﺴﻔﻧ ﻪﻟ، ﻢﻟﻭ ﺎﻬﺟﻭﺰﺘﻳ، ﻮﺤﻨﻓ
ﻊﺑﺭﺃ ﻭﺃ ﺲﻤﺧ، ﻝﺎﻗﻭ ﻢﻬﻀﻌﺑ ﻦﻫ ﻥﻮﺛﻼﺛ ﺓﺃﺮﻣﺍ .
Inilah nama-nama shahabiyyah yang sudah
ma’ruf digolongkan ke dalam deretan istri-
istri beliau.
Adapun beberapa shahabiyyah
yang dilamar oleh Rasulullah namun belum
dinikahi, serta para shahabiyyah yang
menawarkan diri kepada Rasulullah dan
tidak dinikahi, yang semacam ini ada empat
atau lima orang. Sebagian orang ada yang
mengatakan mencapai tiga puluh orang
wanita.
ﻞﻫﺃﻭ ﻢﻠﻌﻟﺍ ﻪﺗﺮﻴﺴﺑ ﻪﻟﺍﻮﺣﺃﻭ ﻻ ﻥﻮﻓﺮﻌﻳ ﺍﺬﻫ ، ﻞﺑ ﻪﻧﻭﺮﻜﻨﻳ ،
ﻑﻭﺮﻌﻤﻟﺍﻭ ﻢﻫﺪﻨﻋ ﻪﻧﺃ ﺚﻌﺑ ﻰﻟﺇ ﺔﻴﻧﻮﺠﻟﺍ ﺎﻬﺟﻭﺰﺘﻴﻟ، ﻞﺧﺪﻓ
ﺎﻬﻴﻠﻋ ﺎﻬﺒﻄﺨﻴﻟ ﺕﺫﺎﻌﺘﺳﺎﻓ ﻪﻨﻣ ﺎﻫﺫﺎﻋﺄﻓ ﺎﻬﺟﻭﺰﺘﻳ ﻢﻟﻭ، ﻚﻟﺬﻛﻭ
ﺔﻴﺒﻠﻜﻟﺍ ، ﻚﻟﺬﻛﻭ ﻲﺘﻟﺍ ﻯﺃﺭ ﺎﻬﺤﺸﻜﺑ ﺑﻴﺎﺿﺎً ﻢﻠﻓ ﻞﺧﺪﻳ ﺎﻬﺑ ،
ﻲﺘﻟﺍﻭ ﺖﺒﻫﻭ ﺎﻬﺴﻔﻧ ﻪﻟ ﺎﻬﺟﻭﺰﻓ ﻩﺮﻴﻏ ﻰﻠﻋ ﺭﻮﺳ ﻥﺁﺮﻘﻟﺍ ،
ﻊﺟﺍﺭﻭ .ﻅﻮﻔﺤﻤﻟﺍ ﻮﻫ ﺍﺬﻫﻭ ﺩﺎﻌﻤﻟﺍ ﺩﺍﺯ 1/79ﻪﻠﻟﺍﻭ .
ﻢﻠﻋﺃ
Para ulama yang memahami sirah
Rasulullah tidak ada yang mengetahui
adanya pendapat ini (mencapai 30 orang).
Bahkan para ulama mengingkari pendapat
ini.
Adapun yang ma’ruf adalah:
■ Rasulullah datang kepada Al Juniyyah
(ﺔﻴﻧﻮﺠﻟﺍ) untuk menikahinya. Ketika dilamar
oleh Rasulullah, Al Juniyyah malah
berlindung dari Rasulullah (menyatakan
keengganan), maka Rasulullah pun
menghindarinya dan tidak menikahinya.
■ Demikian juga Al Kalbiyyah
■ Juga shahabiyyah yang antara pinggang
dan tulang rusuk belakangnya ada bercak
putih di kulitnya, tidak dinikahi oleh
Rasulullah
■ Juga shahabiyyah yang menawarkan
dirinya kepada Rasulullah lalu Rasulullah
menikahkan dia dengan orang lain dengan
mahar hafalan Qur’an
Inilah beberapa kisah yang dapat diterima
riwayatnya. Silakan merujuk pada kitab
Zaadul Ma’ad (1/79).
Wallahu’alam....salam santunku.....^_^
Wacana cinta
~* Wacana cinta *~
cinta sangat luas punya makna, maka
jangan kau persempit hanya karena nafsu
durja
dengan cinta kasih sesama pasangan saja
kisah-kasih pasangan itu hanya sebahagian
dari cinta
cinta pada Tuhanmu itu yang utama
cinta rasulmu itu yang kedua
cinta kedua orang tua itu yang ketiga
cinta sesama muslim itu anjuran nabi yang
mulia
cinta anak yatim, fakir miskin, itu juga
anjurannya
cinta alam semesta serta isinya itu
kewajiban kita
sebagai khalifah di dunia
cinta pasangan memang klasik adanya
namun selalu memberi cerita
dalam setiap generasinya
semenjak cinta Adam dan hawa
Qabil dan Labuda.
Habil dan Iqlima
walau Qobil tak menerima ketentuan yang
ada
Yusuf dan Zulaikha
Muhammad dan Khadijah al-kubra
kemudian Aisyah al-khumaira
Ali dan Fatimah az-zahra
Qois dan Laila
hingga kedua orang tua kita
para penyair berbicara tentang cinta
kata mereka hidup tanpa cinta
bagai taman tanpa bunga
begitulah cinta dalam versi mereka
setiap insan berhak menerjemahkan cinta
namun tak berhak memberi batas
definisinya
karena cinta sangat luas maknanya
karena cinta kita di dunia
karena cinta pula kita akan kembali
padanya
kepada sang pencipta cinta yang
sesungguhnya…
Minggu, 20 Mei 2012
untukmu saudariku
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wahai saudariku yang dimuliakan. Engkaulah permata di dasar lautan yang tak terjamah dan tidak akan pernah berkurang nilainya.
Teruntuk saudariku yang tak kunjung menikah. Yang senantiasa ditemani rasa gundah dan gelisah. Hati yang tersampul rasa sedih hingga putus asa mengalir deras dalam jiwanya. Semua ini hanya karena belum mendapatkan rizki sebuah pernikahan.
Lembutkan hatimu wahai saudariku. Sungguh pernikahan itu bukan suatu kewajiban yang akan merobohkan agamamu apabila engkau tidak melaksanakannya. Melainkan ia sunnatullah bagi makhlukNya. Ia tuliskan kepada yang Ia kehendaki, Ia berikan pula kepada orang yang Ia kehendaki dan tidak ada yang mampu merubah ketentuanNya. Berapa banyak seorang ulama dalam sejarah Islam dengan segala keilmuannya yang telah memberikan banyak manfaat dari pemikiran dan kitab-kitabnya namun tidak diberikan rizki sebuah pernikahan. Tapi justru dengan ini nama mereka menjadi mulia dengan mewariskan sebuah harta pemikiran yang sangat berharga, lebih berharga dari emas dan batu mulia.
Saudariku yang dimuliakan. Kenapa engkau selalu merasa kecewa atau kesal dengan orang lain? Kenapa selalu bersedih dan putus asa bila bersama mereka hanya karena belum juga diberikan rizki sebuah pernikahan? Ini hanya akan membuatmu merasa berat dari ketentuan Allah swt. Wahai saudariku yang dimuliakan. Engkau tidak tahu, bahwa sebenarnya kondisimu yang masih juga melajang adalah sebuah kasih sayang dari Tuhanmu. Maka bersyukurlah atas segalanya dan janganlah engkau bersedih dan merasa kecewa. Karena sesungguhnya itu bukan perasaan yang sempurna bagimu. Perasaan seperti itu hanya akan mengurangi keimanan dan kemuliaanmu bahkan bisa melepaskan dari aqidahmu.
Wahai saudariku, kemarilah! Akan aku beritahu bagaimana agar lajangmu menjadi sebuah rahmat dan kasih sayang Tuhanmu.
Bila memang engkau seorang wanita yang ahli agama, sungguh itu adalah sebuah nikmat Allah swt yang telah ia berikan kepadamu. Berapa banyak gadis yang dahulu sama sepertimu, shalihah dan taat beragama.
Namun ketika ia menikah, ia terlena bersama suaminya dan menjauh dari agamanya kemudian hancurlah dunia dan akhiratnya. Ini benar-benar terjadi dan nyata. Gadis yang terbina dalam keluarga yang taat lantas setelah menikah dan hidup bersama suaminya didapati tetangganya selalu mengeluhkan kondisinya dan suaminya karena seringnya terganggu suara bising nyanyian dari rumahnya. “Ini nasihat khusus bagi seorang perempuan yang hendak menikah untuk bertanya tentang seorang laki-laki sebelum menikah dengannya”.
Sekarang wahai saudariku, bukankah Allah swt begitu lembut terhadapmu. Engkau seperti halnya gadis yang meminta dikaruniakan seorang suami yang shalih. Maka bersyukurlah kepada Allah swt yang telah memberikan keutamaan terhadapmu. Terhadap kondisimu saat ini yang mengandung sejuta hikmah yang engkau tidak ketahui. Semoga dengannya mampu menghapus dosa-dosamu.
Tidak dipungkiri. Ada sesuatu yang sangat penting kenapa seorang gadis mendambakan sebuah pernikahan. Yakni melahirkan seorang anak dan merasakan diri sebagai seorang ibu. Sekarang mari kita coba renungkan wahai saudariku. Coba lihat di sekitarmu dan perhatikan seseorang yang telah dikaruniai sebuah pernikahan namun tak kunjung juga mendapatkan keturunan. Bayangkan dan renungkan bagaimana kondisi dan perasaannya. Sungguh demi Allah swt.
Wahai saudariku. Ia berada dalam rasa rindu yang sangat pilu. Karena ia diharamkan dari sesuatu yang sangat penting dalam kehidupannya. Sesuatu yang selayaknya didapatkan oleh semua kaum perempuan. Rasa sedih sudah pasti memenuhi ruang di jiwanya. Semoga Allah swt merahmati dan melapangkan mereka yang tak kunjung diberikan keturunan dan segera dikaruniai keturunan yang shalih dan shalihah. Amin
Wahai saudariku, bukankah kondisimu lebih baik dari kondisi mereka yang tak kunjung memiliki keturunan? Sungguh sebetulnya engkau tidak merasakan rasa sedih yang sangat luar biasa seperti yang dirasakan mereka. Mereka bukan hanya tidak bisa merasakan diri sebagai seorang ibu tapi juga tidak bisa merasakan diri sebagai seorang istri yang memberikan kepada suaminya sifat seorang ayah.
Engkau masih memiliki anak-anak dari saudaramu dan kerabat-kerabatmu. Maka berikanlah perhatianmu kepada mereka. Ajarkan kepada mereka sebuah akhlaq yang baik dan sebuah ketaatan terhadap Allah swt. Di sana ada kesempatan bagimu bagaimana menjadi seorang ibu dan bagaimana menjadi seorang pentarbiyah generasi yang baik.
Saudariku yang dimuliakan. Jika memang engkau merasa usiamu telah terlampau senja. Maka jangan jadikan usiamu terbakar sia-sia termakan waktu. Bagaikan debu yang berhamburan, bagaikan ranting kayu kering yang terbakar. Jadikan ia meski terbakar bagaikan lilin yang menyinari jalan, memancarkan cahaya bagi orang lain. Dan berharaplah hanya karena mencari ridha Allah swt semata. Dan jika engkau mendambakan mawaddah dan rohmah dalam sebuah pernikahan. Maka bukan sebuah rahasia lagi jika ada banyak wanita yang menderita dan terasing dalam kehidupannya bersama pasangannya sebab gagal dan tidak mengindahkan syariat-syariat Allah swt.
Akhirnya pernikahan bagi mereka hanya sebuah bencana dalam hidupnya. Maka bersyukurlah wahai saudariku karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi padamu setelah melangsungkan pernikahan kelak.
Saudariku. Jangan jadikan seluruh pikiranmu hanya terpaku dalam sebuah pernikahan. Itu hanya akan membuat usiamu terasa cepat berlalu dan terasa sepi. Palingkan pikiranmu untuk hal lain yang baik bagimu dan bertawakal lah kepada yang menciptamu jadikan yang terpenting dalam hidupmu menggapai ridha Allah swt dan memahami agamanya. Jika tidak, sia-sialah apa yang akan berlalu. Mohonlah kepada Allah swt dan hanya berharap kepadaNya maka engkau akan merasakan ketenangan dalam jiwamu karena engkau telah benar-benar bertawakal kepadaNya
Saudariku. Tak usah engkau pedulikan pandangan orang lain terhadapmu. Lajang bukan hanya engkau yang mengalami bahkan para lelaki dan wanita melajang lalu menikah di usianya yang terlampau senja. Sungguh ada banyak hikmah di sana. Ada kesiapan yang matang dan benar-benar mengetahui nilai sebuah pernikahan. Menjadikan motivasi dan kekuatan dalam hidup untuk menjalani seluruh kewajiban dalam rangka mengharap Allah swt semata. Maha suci Allah swt yang telah memberikan rizki kepada seluruh makhlukNya. Ada yang dikaruniai sebuah pernikahan di usia yang senja dan mereka hidup bahagia. Panjangnya sebuah usia pernikahan bukanlah sebuah takaran hidup bahagia melainkan adanya sebuah kebahagiaan yang sejati di dalamnya.
Saudariku. Jadikan kata “lajang” sebagai simbol kemuliaanmu. Jangan jadikan kata “lajang” sebuah pisau beracun yang menusuk hatimu dengan tanganmu sendiri.
Dan jika orang lain telah menemukan dan merasakan keagungan pribadimu serta Keberhasilanmu. Kelak semua orang akan segan dan malu untuk hanya menyandangkan kata “lajang” untukmu. Dan kalaupun itu terjadi, tidak akan mampu menggoyahkan rasa percaya dirimu terhadap pribadimu dan terhadap Tuhanmu yang menciptakanmu dan membentuk penglihatan dan pendengaranmu. Inilah sebuah kenikmatan yang diberikan kepadamu dan apa yang telah diberikan kepadamu sesungguhnya baik untukmu.
Wahai saudariku yang dimuliakan. Berapapun usiamu kini. Tiga puluh, empat puluh, atau lebih. Tahukah engkau ibaratkan apa dirimu? Engkau ibarat mutiara yang teramat berharga yang berada jauh di dasar lautan. Tak ada seorang pun yang melihatnya. Ia tetap terjaga di dalam kerangnya. Kalaupun belum juga ada yang meraihnya, aku katakan padamu; hanya karena belum datang seorang pemburu atau penyelam lautan yang tepat dan mengetahui bagaimana cara meraih mutiara yang teramat berharga itu. Lalu, apakah mutiara yang belum juga seorang pun mampu meraihnya, apakah ia karena tidak bernilai?? Tidak. Sungguh tidak demikian.
Wahai saudariku. Berbahagialah dan tunjukkan dirimu terhadap orang lain. Angkat kepalamu tinggi-tinggi bukan karena manusia melainkan karena Tuhan manusia. Dan penuhilah hatimu dengan rasa kemuliaan dan ridha dengan ketentuan Allah swt. Jadikan hari ini awal dari hakikat kehidupanmu. Hadapkan wajahmu hanya kepada Allah swt. Berdoalah kepadanya agar ia memeliharamu untuk senantiasa mengingatNya, bersyukur dan melaksanakan sebaik-baiknya ibadah kepadaNya. Agar Ia senantiasa memudahkan segala urusanmu meneguhkan urusan agamamu dan menjadikanmu cahaya bagi orang-orang di sekitarmu. Perbanyaklah berdoa kepada Allah swt siang dan malam.
Saudariku yang dimuliakan. Jangan karenanya engkau bersedih. Ingatlah bahwa dirimu mutiara yang sangat berharga pada tempat yang terjaga.
Semoga Allah swt memberikan taufiq kepada seluruh generasi muda Islam untuk kebaikan dunia dan akhiratnya.
Semoga bermanfaat dan silahkan saling berbagi bila dirasa artikel ini bermanfaaat,tak lupa salam santunku tuk smua sahabat.....^_^
by:shalsyabela________
Derita bisa jadi nikmat
~* Derita Bisa Jadi Nikmat *~
======================================
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebuah pelajaran berharga dari Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.
Semoga dapat menghibur hati yang
sedang luka atau merasakan derita.
Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
Di antara sempurnanya nikmat Allah pada
para hamba-Nya yang beriman, Dia
menurunkan pada mereka kesulitan dan
derita. Disebabkan derita ini mereka pun
mentauhidkan-Nya (hanya berharap
kemudahan pada Allah, pen). Mereka pun
banyak berdo’a kepada-Nya dengan
berbuat ikhlas. Mereka pun tidak
berharap kecuali kepada-Nya. Di kala sulit
tersebut, hati mereka pun selalu
bergantung pada-Nya, tidak beralih pada
selain-Nya.
Akhirnya mereka bertawakkal
dan kembali pada-Nya dan merasakan
manisnya iman. Mereka pun merasakan
begitu nikmatnya iman dan merasa
berharganya terlepas dari syirik (karena
mereka tidak memohon pada selain
Allah). Inilah sebesar-besarnya nikmat
atas mereka.
Nikmat ini terasa lebih luar biasa
dibandingkan dengan nikmat hilangnya
sakit, hilangnya rasa takut, hilangnya
kekeringan yang menimpa, atau karena
datangnya kemudahan atau hilangnya
kesulitan dalam kehidupan. Karena nikmat
badan dan nikmat dunia lainnya bisa
didapati orang kafir dan bisa pula
didapati oleh orang mukmin. (Majmu’ Al
Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’,
10/333)
***
Begitu sejuk mendengar kata indah dari
Ibnu Taimiyah ini. Akibat derita, akibat
musibah, akibat kesulitan, kita pun
merasa dekat dengan Allah dan ingin
kembali pada-Nya. Jadi tidak selamanya
derita adalah derita. Derita itu bisa jadi
nikmat sebagaimana yang beliau jelaskan.
Derita bisa bertambah derita jika
seseorang malah mengeluh dan jadikan
makhluk sebagai tempat mengeluh derita.
Hanya kepada Allah seharusnya kita
berharap kemudahan dan lepas dari
berbagai kesulitan.
Nikmat ketika kita kembali kepada Allah
dan bertawakkal pada-Nya serta banyak
memohon pada-Nya, ini terasa lebih
nikmat dari hilangnya derita dunia yang
ada. Karena kembali pada Allah dan
tawakkal pada-Nya hanyalah nikmat yang
dimiliki insan yang beriman dan tidak
didapati para orang yang kafir. Sedangkan
nikmat hilangnya sakit dan derita lainnya,
itu bisa kita dapati pada orang kafir dan
orang beriman.
Ingatlah baik-baik nasehat indah ini.
Semoga kita bisa terus bersabar dan
bersabar. Sabar itu tidak ada batasnya.
Karena Allah Ta’ala janjikan,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﻮَﻓَّﻰ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮُﻭﻥَ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣِﺴَﺎﺏٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang
bersabar, ganjaran bagi mereka adalah
tanpa hisab (tak terhingga).”
(QS. Az
Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan bahwa
ganjarannya tidak bisa ditakar dan
ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa
pahala bagi orang yang bersabar tidak
bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia
akan diberi tambahan dari itu.
Maksudnya, pahala mereka tak terhingga.
Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa
balasan bagi orang yang bersabar adalah
surga.[1]
Semoga yang singkat ini bermanfaat.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi
tatimmush sholihaat.
Written before Shubuh on 16 Dzulqo’dah
1431 H (24/10/2010), in KSU, Riyadh, KSA
By: Muhammad Abduh Tuasikal
[1] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu
Katsir, 7/89, Dar Thoyibah, cetakan kedua,
tahun 1420 H
Surat dr Setan
Surat dari setan,iblis & sekutunya
untuk mu..!!!
================================
Aku melihatmu kemarin, saat engkau
memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan
subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak
mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai
santapanmu, juga tidak sempat
mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat
ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku
menyukainya
Aku tak dapat mengungkapkan betapa
senangnya aku melihatmu tidak merubah
cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun
bersama,
dan aku masih belum bisa benar2
mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku
benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk
membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga,
dan aku akan tetap memanfaatkanmu
sepanjang masa untuk mebalaskannya
Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia
masih memiliki rencana-rencana untukmu
dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu
padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu
seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini
akan menyakiti hati ALLAH
Aku benar-benar berterimakasih padamu,
karena aku sudah menunjukkan kepada NYA
siapa yang menjadi pengatur dalam
hidupmu dalam masa2 yang kita jalani
Kita nonton film porno bersama, memaki
orang, mencuri, berbohong, munafik,
makan sekenyang-kenyangya , guyon2an
jorok, bergosip, manghakimi orang,
menghujam orang dari belakang, tidak
hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku
buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini
begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama,
selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk
kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku
untuk mu.
Aku ingin mengucapkan
'TERIMAKASIH'
karena sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa
hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi,
aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu
menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan
sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan
orang-orang muda bagaimana berbuat
dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok,
mabuk-mabukan, berbohong, berjudi,
bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan
mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak
sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk
menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari
sembunyi, dan bertaubat atas dosa-
dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa
umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi
diusiamu sekarang dan tetap melakukan
dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap
membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol
yang lebih baik dimata ALLAH.
Catatan : Jika kau benar2
menyayangiku , kau tak akan rela
berbagi suratku ini dengan siapapun..
hayooooooo...siapa yg sdh pernah mendapat surat ini...?
Persiapan sblm nikah
~* Persiapan sebelum menikah *~
======================================
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam tugas apa pun,
persiapan yang baik dan matang menjadi
kunci keberhasilan. Hal itu juga yang terjadi
dengan pernikahan. “Persiapan” menjadi
kata kunci agar nantinya pernikahan bisa
dijalankan dengan baik. Apakah itu
sebelum, ketika dan sesudah ijab kabul.
Kira-kira apa saja sih yang harus
dipersiapkan seorang calon suami dan
istri? Yuk, kita tengok apa saja target
persiapannya.
Pertama, persiapan untuk menjadi seorang
pemimpin (khusus untuk calon suami).
Allah SWT telah menegaskan bagi seorang
laki-laki menjadi pemimpin dalam rumah
tangga (QS An-Nisaa’: 34).
Tugas sebagai seorang pemimpin ini tidak
berarti seorang suami lebih tinggi dari yang
dipimpin (istri). Jabatan hanya sekadar
pembagian tugas, dengan beban
tanggungjawab yang lebih besar. Seorang
suami bertanggung jawab penuh untuk
menafkahi dan membimbing istri serta
anak-anaknya agar selamat dunia dan
akhirat.
Kedua, persiapan ilmu, khususnya ilmu
agama. Sebagai seorang suami harus bisa
mendidik istrinya. Seorang suami yang
kurang ilmu, biasanya hanya bisa
mengarang saja. Orang yang ngarang
biasanya cenderung bersikap emosional,
dan mudah marah.
Pengetahuan agama yang dimiliki tidaklah
harus sempurna sekali. Setidaknya
mengetahui mana yang wajib, sunnah, dan
mana yang makruh. Ditambah ilmu-ilmu
lainnya, seperti psikologi, kesehatan,
manajemen keuangan, dan lainnya (jika
diperlukan).
Walau tidak mendalam,
setidaknya kita tahu sehingga memilik
pegangan.
Ketiga, persiapan mental. Dalam
rumah tangga pasti akan ditemukan banyak
masalah yang akan menghampirinya
pasangan suami-istri. Agar kita mampu
mengelola masalah secara cerdas
dibutuhkan kekuatan mental (ruhani) serta
kelapangan hati suami-istri.
Orang yang lemah mental dan imannya,
cenderung goyah ketika dihadapkan pada
sebuah masalah. Tanpa kesiapan mental
dan ruhani, masalah kecil bisa menjadi
besar, masalah sederhana bisa menjadi
rumit.
Keempat, persiapan finansial atau
keuangan. Membangun rumahtangga tidak
cukup sekadar kata CINTA dan cita-cita
ideal. Yakin bahwa Allah Maha Kaya
memang penting. Namun keyakinan
tersebut harus disempurnakan dengan
ikhtiar yang sempurna.
Dan masih banyak lagi persiapan yang bisa
(calon suami-istri) siapkan.
Selagi masih
ada waktu, maka persiapkan segalanya
dengan matang, banyak belajar, perkuat
ibadah, perbanyak doa, termasuk
mempersiapkan mental dan finansial.
Semoga pernikahannya diberkahi Allah
SWT. Aamiin...
Jangan dilupakan namun diikhlaskan
~* Jangan dilupakan NAmun IKhlaskan *~
================================
Terus terbayang mengoyak pikiran
Sendu kala berjuang dulu
Tangis dalam perjalanan lalu
Kecewa saat semangat dan langkah
menyatu
Pikiran melayang jauhi impian
Seakan bumi enggan mengasihi
Takut melihat wajah dunia kini
Malu menatap jubah perang tertanggalkan
Rindu akan hadirnya Illahi
Dalam nafas jiwa raga diri
Ingin rasanya mencari
Jarum harapan dalam jerami kalbu
Sekali mencoba cermin tak terjaga
Memantulkan kembali kematian hati saat
dahulu
Terus merambat hingga denyut nadi
Cepat, cepat tak tertahan
Menolehkan muka ke tanah
Berharap sinar mentari datang
Atau cahaya rembulan tak padam
Atau nyala lentera peradaban
Beribu kali terulang
Bangkit tak bisa
Bangun tak mampu
Hanya karena suramnya masa lalu
Ingin dilupakan namun tak mampu
Karena terlalu manis
Serta terlalu pahit
Untuk dihilangkan dari ingatan
Maka sekali-sekali tak akan dicoba lagi
Energinya mubazir
Menjadi semakin terpatri di dalam otak ini
Bukannya menghilang
Mendalami setiap titik tragis perputaran
roda
Menggali cermin untuk masa depan
berkilau
Itulah sewajarnya
Tak usah melakukan apa-apa
Diam, diam dan maju ke depan
Membawa asa gapai impian
Menoleh ke belakang sebagai rambu
perjalanan
Untuk menghindari lubang hitam kekalahan
Maka jangan dilupakan
Tapi diikhlaskan....
Jumat, 18 Mei 2012
Aku tak sempurna
bukan mata yang terpejam dalam istirahat panjang
bukan mimpi indah yang teratur karena lelah
aku lengah dan lupa akan kenyataan
tak sempat menyapa dalam sua dingin membisu
kalbu yang layu dan lesu
hingga tak mendengar seruan kebenaran
aku bangkit dari keterpurukan
dari lunglai yang membinasakan
menjauh dari hati yang lumpuh
dalam nyenyeknya fatamorgana
dan aku terjatuh bersimpuh di hadapan nafsu yang meraja
dan kepadanya aku menghamba
anugrah berlimpah tak terkira,
kebenaran yang terabaikan
akan nikmat sang pencipta
karunia-Nya melampaui semua pengharapan
tunai terbayarkan tanpa pernah diminta
aku insaf…
kupersembahkan amal shalih kepada-Nya
namun sebanyak apapun takkan pernah sebanding
dengan Karunia-Nya
syukur menjadi kewajiban tanpa batas waktu
mengiringi rasa malu akan kekurangan
dan kealpaan diri yang penuh cacat dengan noda-noda dosa
tak ada jalan lain selain membersihkan hati
tak ada jalan lain selain mengakui kekurangan diri
dengan hati yang menyerah
memuji akan nikmat-Nya
serta berharap baraqah dari-Nya
hingga kalimah taubah dan istighfar
meluncur mulus dari lisan dengan mulus
Kamis, 17 Mei 2012
Kecelakaan pesawat Sukhoi
Kecelakaan Sukhoi Mengingatkanku Kepada Kematianku…!
Oleh: Fika Hokama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resah aku bila mengingat mati…!
Perasaan itulah yang aku rasakan ketika mendengar berita dari media dalam negeri maupun luar negeri dan juga berita dalam radio dan televisi tentang jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 berpenumpang 45 termasuk 8 awaknya. Burung besi buatan Rusia itu menabrak tebing di Puncak Gunung Salak I yang memiliki ketinggian 2.211 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7.253 kaki. Pesawat itu terhempas pada ketinggian 5.800 kaki (vivanews.com).
Ya Allah ampuni aku, ampuni juga mereka… ya Allah kasihanilah mereka, selamatkan mereka, hanya Engkau tempat meminta pertolongan , tidak ada yang lain…ya Allah bila memang saudara-saudaraku dalam kecelakaan itu sudah tiba saatnya Engkau panggil untuk kembali ke sisi-Mu dan menyudahi semua aktivitas di dunia, maka kembalikanlah mereka dengan mendapat ridha dan ampunan-Mu… begitu doaku dan harapanku untuk mereka saudara-saudaraku.
Seberat apapun musibah yang menimpa manusia dalam sebuah kecelakaan tabrakan Mobil misalnya, jika Allah belum berkehendak korban itu naas pada waktu kejadian, maka bersyukurlah dia akan selamat dan hikmahnya mungkin Allah masih berkenan untuk memberi kesempatan yang ke dua agar korban itu menjadi manusia yang lebih baik lagi dan ketika meninggalkan dunia dia dalam keadaan mendapat Ridha dan ampunan Allah SWT. Ada juga yang langsung meninggal di tempat kejadian…
inna lillah wa inna ilaihi roji’uun.
Orang yang beriman harus percaya bahwa kematian itu benar adanya dan pasti setiap orang akan mengalaminya, seperti firman Allah SWT; yang artinya: “Tiap-tiap jiwa akan merasakan (pedihnya) mati…” (Aali ‘Imraan: 185).
Maka bagaimana mungkin, kita santai menghadapi kematian dan tidak ada upaya selalu mengingat mati yang pasti akan terjadi kepada setiap manusia. Kita juga jarang mengingat Allah dan meminta ampun kepada Allah padahal kesalahan itu dimana pun sengaja atau tidak sengaja akan terjadi , sudah selayaknya kita istighfar meminta ampun kepada-Nya setiap saat agar jika Malaikat Izroil pencabut nyawa itu datang tidak memberatkan sakaratul maut kita.
Ulama Ibnul Qayyim mengatakan “Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan kematiannya dengan matang”.
Detik-Detik Malaikat Izroil akan Mencabut Nyawa Manusia Paling Mulia di sisi Allah…
Astaghfirullah ampuni hamba ya Allah… orang yang belum mati, sudah pasti belum mengalami yang namanya sakaratul maut. Sekalipun dalam al Qur’an dan al Hadits banyak menggambarkan dan menjelaskan tentang Sakaratul Maut. Atau buku-buku yang di jual di Gramedia semua menggambarkan dan menjelaskan tentang Kematian, manusia tetap tak akan bisa merasakan sakaratul maut itu kecuali jika saatnya telah tiba.
Pelajaran yang paling berharga tentang kematian sepanjang sejarah adalah masa akhir hidup Rasulullah. Dan tahukah Anda wahai saudara-saudaraku, bagaimana detik-detik menjelang sakaratul maut Rasulullah? Kita tahu beliau adalah manusia paling mulia, paling sempurna, dan terbebas dari kesalahan. Tetapi, beliau masih merasakan pedihnya yang namanya sakaratul maut. Rasulullah terbaring lemas tak berdaya di atas pelepah kurma. Tibalah saatnya malakul maut (Izroil) datang dan Fatimah membukakan pintu untuknya, malaikat Jibril juga tengah bersiap-siap dari langit untuk turun ke bumi. Keadaan Rasulullah semakin melemah dan tambah melemah. Singkat kisah, setelah Rasul meminta kepada Jibril untuk menjelaskan apa hak-haknya di hadapan Allah? Dan meminta Jibril untuk mengabarkan nasib Umatnya setelah sepeninggal Rasulullah SAW?
Setelah Jibril menjawab dua pertanyaan yang diminta oleh Rasulullah, Jibril berkata lagi” Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. “Perlahan ruh Rasulullah ditarik tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah dan Ali tak kuasa mendengarnya, sedangkan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril? “Tanya Rasulullah lemas pada Malaikat pengantar wahyu itu. ” Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sedih.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya; “peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.” Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan akhirnya berakhir sudah masa hidup manusia paling mulia, manusia contoh seluruh Umat di jagat raya ini.
Ya Allah bagaimana mungkin aku melewati sakaratul maut yang mengerikan ini. Bagaimana tidak menyedihkan, bagaimana bisa kita berani menghadapi kematian dengan amal baik pas-pasan, sedangkan amal buruk lebih banyak. Rasulullah saja, manusia yang paling mulia di sisi Allah, terlepas dari segala kesalahan yang Ia perbuat, qudwah atau contoh bagi semua Makhluk di dunia ini masih merasakan beratnya sakaratul maut. Terbukti ketika ruh di tarik dari jasad, Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang, Rasulullah juga mengaduh dan memekik kesakitan sampai-sampai Jibril berpaling muka karena tidak tega melihat kekasih Allah kesakitan yang tiada taranya. Dari saking dahsyatnya sakaratul maut itu pula, Rasulullah tidak ingin Umatnya merasakan kepedihan yang sama. Subhanallah…aku sangat terharu. Dan menyesali diri ketika teringat ajaran Rasulullah yang terlewati karena lalai.
Kematian secara datang tiba-tiba tidak pandang bulu, semua mengalami, Rasulullah kekasih Allah, para sahabat, para tabi’in, ulama’, artis, actor, yang tua dan yang muda, da’i, orang baik dan orang buruk, pejabat atau rakyat biasa dan lain sebagainya. Bahkan saya dan kita semua akan mengalami yang namanya kematian.
Banyak Hikmah dari Kejadian Terjatuhnya Sukhoi…!
Masih belumkah peristiwa Sukhoi Super Jet 100 mengingatkan kita semua kepada kematian…? Dan masih banyak peristiwa-peristiwa di Indonesia yang terjadi kecelakaan di udara, di lautan dan di daratan yang bisa kita ambil Hikmahnya. Mari lunakkan hati keras kita. Renungkanlah, dan ambil pelajarannya bagaimana seandainya aku, kita yang berada di posisi menjadi penumpang pesawat naas itu. Apa yang bisa kita perbuat di saat situasi dan kondisi sudah tidak memihak kita untuk hidup.
Kita hanya pasrah menunggu pertolongan Allah yang Maha dahsyat. Masihkah kita ingin berlama-lama dengan berbuat maksiat kepada Allah, tidak merasa malu di beri umur panjang…? Padahal kesempatan untuk bertaubat memperbaiki amal-amal buruk menjadi amal baik masih banyak waktu dan usia. Hentikan durhaka kepada orang tua, berbohong, meninggalkan shalat, berzina, minum khamr, menggunjing saudara kita, zhalim kepada manusia, membunuh, memakan harta anak yatim, tidak jujur, mencuri, juga hentikan korupsi bagi pejabat dan wakil rakyat memakan uang rakyat dan lain-lain. Itu semua hanya mempersulit sakaratul maut kita semua.
Coba bayangkan. Hantaman pesawat Sukhoi dengan tebing Gunung Salak benar-benar dahsyat! Karena dahsyatnya hantaman membuat pesawat terbakar, terlihat di area dinding tebing ada sisa-sisa bekas terbakar. Dan terlihat gundul pepohonan sekitar jatuhnya pesawat Sukhoi itu. Ini berita bisa di lihat (sindonews.com). Ampuni para penumpang Sukhoi ya Rabb… Jadikanlah kecelakaan itu dan rasa sakit yang mereka alami penebus dosa mereka ya Allah dan terimalah mereka di sisi-Mu. Dan masukkanlah mereka ke surga.
Tidak seorang pun penumpang Sukhoi yang menduga bahwa kematian sedang mengintai mereka, bahkan kita pun tidak menduga. Sebelum pesawat lepas landas dari bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, para penumpang sangat ceria dan bahagia tidak ada gurat kesedihan yang membuat wajah mereka mendung, mereka masih sempat berfoto-foto, dan keberadaan pesawat masih terdeteksi. Begitulah memang bila tiba saatnya, Allah SWT pasti memutuskan kapan manusia itu akan d ambil nyawanya oleh utusan-Nya Malaikatul Maut Izrail akan datang menjemput tepat pada waktu dan tempat yang telah ditentukan-Nya.
Waktu dan tempat yang Allah tetapkan untuk datangnya kematian tidak akan pernah meleset dan salah sedikit pun. Silakan saja manusia membuat alat transportasi baik itu transportasi daratan, lautan dan udara, setelah itu buat misalnya pesawat yang sangat canggih anti gores, anti penyok, anti kebakaran, anti benturan dan tidak ada tandinganya di dunia ini. Lalu manusia merasa aman dengan perlindungan yang dimiliki oleh pesawat tersebut dan akan terhindar dari mara bahaya yang mengakibatkan kematian, sedangkan hati dan pikiran lupa kepada Allah yang Maha melindungi. Atau buat saja bangunan yang sangat kuat di jagat raya ini untuk menghindar dari kematian, bangunan itu anti rusak, anti banjir, anti gempa, anti tsunami dll. Ingat…! Semua itu tidak akan membuat keputusan Allah salah atau meleset ataupun berubah. Kematian itu akan tetap datang walaupun tanpa persetujuan manusia.
Allah berfirman; “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun” (Al A’raf: 34)
“Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya esok, dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati….” (Al Luqman: 34)
Saya yakin orang yang mengaku Islam pasti paham apa maksud ayat tersebut.
Ke mana Kita Hendak Lari…?
Pada kenyataannya kematian tidak bisa kita hindari, manusia tidak akan sanggup karena tidak seorang pun yang tahu rahasia Allah tentang kematian itu dan hal itu sangat misteri. Kematian itu sudah fitrah manusia karena setiap yang hidup pasti mati. Allah hanya mengingatkan bahwa setiap jiwa akan mengalami yang namanya kematian, di mana saja kita berada di dalam negeri atau di luar negeri, di rumah atau di dalam rumah, di daratan atau di lautan. Tidak ada satu tempat pun yang bisa melindungi kita dari kematian. Kematian akan selalu bersama kita, hanya Rahmat Allah yang akan mengubah ketetapan. Allah berfirman; “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun” (Al A’raf: 34)
Kata Allah tidak akan rugi orang yang beriman dan berbuat kebaikan, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. Hal itu semua akan memberatkan timbangan amal baik kita di yaumul hisab atau hari perhitungan tentunya dengan melewati kematian dahulu. Kita semua berharap sakaratul maut yang akan kita alami nanti mudah dan tidak terlalu pedih karena Rasulullah saja merasakan sakitnya Sakaratul maut.
Mari perbanyak amal shalih (baik) dari sekarang, mumpung nyawa masih di kandung badan. Bila kematian telah tiba saatnya sudah tidak lagi negosiasi atau tawar menawar agar di tunda waktu kematian, tidak ada lagi kesempatan memperbaiki amal dan bertaubat, semua sudah terlambat karena nyawa sudah berada dalam ujung tenggorokan. Perbanyaklah istighfar kepada Allah, hanya rahmat Allah yang akan menolong kita dari buruknya sakaratul maut. Dan semoga kita selalu di lindungi oleh Allah SWT ke manapun kita pergi dan kapanpun kita pergi. Aamiin…
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk bekal menuju kematian yang akan datang secara tiba-tiba. Dan semoga Allah mengampuni kita semua baik di dunia maupun di akhirat.
Mari konsep hidup kita dengan baik, sesuai apa yang telah Allah tuliskan dalam Kitabnya dan seperti perbuatan yang Rasulullah contohkan. Agar kita sukses menjadi hamba Allah yang cinta dunia untuk bekal akhirat. Dan agar kita bisa mengakhiri hidup ini dengan Khusnul Khatimah.
Wallahua’lam bis showaab.
Silahkan saling berbagi dan ambil ibrahnya renungkanlah..bukan menakuti-nakuti tapi kita semua akan mendapat giliran itu dan saat ini kita sedang antri tuk mendapatkan tiket tersebut.....sudah siapkah bekal yang akan kita bawa tuk perjalanan yang amat panjang dan melelahkan ini....?
semoga setiap langkah kita mendapatkan ridho-Nya.....
salam santunku: Shalsyabela_________^_^_____
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/20445/kecelakaan-sukhoi-mengingatkanku-kepada-kematianku/#ixzz1vCK1lvGG
Ta'aruf
Apa dan Bagaimana sih
Ta'aruf itu.
===================
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ta’aruf merupakan istilah yang dirasa
sangat penting sebelum memutuskan
untuk menuju ke jenjang pernikahan.
Secara harfiah mengandung arti
berkenalan, namun yang saya maksudkan
adalah ta’aruf menuju ke tahap
pernikahan.
Jadi jika ada orang yang
mengajak kita untuk berta’aruf,
sebelumnya tanyakan dulu ke dia, apakah
ta’aruf untuk menuju jenjang pernikahan
atau hanya sebatas berkenalan dan saling
mengetahui aja.
Saya yakin istilah ta’aruf sudah sangat
akrab di kuping setiap muslim, tapi
dijalani tanpa dasar yang jelas, bahkan
salah dalam mengartikan. Jadi saya ingin
menjelaskan apa itu ta’aruf dan
bagaimana sih dia.
Berikut ini merupakan aturan main yang
selayaknya dilakukan dalam Ta’aruf dalam
pemahaman saya. Karena selama ini saya
menginginkan untuk melakukannya
namun belum tercapai.
A. Ketentuan dalam Ta’aruf :
1. Ta’aruf tidak harus berlanjut dengan
Pernikahan
Ta’aruf merupakan proses penjajakan
atau pendekatan untuk saling mengenal
satu sama lain. Jadi dari hal tersebut tidak
harus sampai ke pelaminan. Jika Allah
SWT memang mengijinkan, maka
berbahagialah untuk menempuh hidup
baru. Namun jika akhirnya tidak jadian
( Wah kayak pacaran nih ) diharapkan
tidak kecewa dan tidak tersakiti hatinya.
Yang tidak kalah penting, masing-masing
pihak mampu menjaga rahasia.
2. Ta’aruf merupakan proses 1 – 1
Ini berarti bahwa, seorang laki-laki hanya
berta’aruf dengan satu wanita dan
sebaliknya. Jangan sampe satu orang
berta’aruf dengan orang banyak. Hal ini
dengan maksud Ta’aruf mempunyai hak
eksklusif yang melekat pada masa itu
seperti kebolehan melihat fisik (dari luar
bukan ke dalam) dan menggali informasi
sebanyak-banyaknya. Proses ta’aruf
mempunyai privasi tersendiri bagi yang
sedang melaksanakan. Semisal kita
sedang berta’aruf dengan si A, maka
urusan kita hanyalah dengan si A. Coba
kalau kita berta’aruf dengan si A tapi juga
dengan si B dan si A juga berta’aruf
dengan si Z. Gitu aja sudah ribet, gimana
kalau tiba-tiba orang yang sedang kita
ajak ta’aruf dipinang/dikhitbah orang
duluan?? Bisa berantakan kan??? Maka
dari itu kita harus berani satu lawan satu,
OK!!!
3. Ta’aruf berkomitmen untuk
menikah, itulah yang membedakan
dengan Pacaran.
Biasanya dalam ta’aruf tersimpan
komitmen untuk menikah (Jika cocok).
Dan kecocokan itu berasal dari
perkenalan yang langsung mengoreksi
keterangan masing secara detail.
Lebih
baiknya saat mengoreksi keterangan
didampingi oleh orang tua si Target.
Tentu saja dari ta’aruf ada perbedaan
dengan proses perkenalan lain, seperti
pacaran yang katanya untuk saling
mengenal perbedaannya terletak pada
data – data yang boleh diberikan. Pada
ta’aruf data yang diberikan harus secara
detail dari kebaikan hingga keburukan.
Bukan seperti pacaran, yang dinampakkan
hanya kebaikan saja ( Ga usah bohong
yang udah merasakan !!!)
4. Bersikap Jujur dan Apa Adanya.
Ini merupakan salah satu syarat penting
dalam ta’aruf. Dimana ta’aruf harus mau
memberikan data secara detail dari
kebaikan sampe kaburukan masing –
masing. Dari sikap keseharian, baik dalam
berprilaku hingga saat tidur. Hal ini untuk
menghindari kekecewaan di suatu hari
nanti jika berlangsung dengan
pernikahan.
B. Apa saja yang harus di Ta’aruf-
kan???
1. Pemikiran.
Bagaimanapun juga, pemikiran serta pola
piker itu berpengaruh pada perilaku dan
tindakan. Bagaimana nantinya
membangun Rumah Tangga dan
mengasuh anak. Terkadang orang itu
berpikir terlalu simple bahwa yang
penting itu hanya akidahnya saja. Kalau
cuma berpikir seperti itu, umat Islam di
dunia tidak akan berperang dan
mengalami perpecahan.
2. Fisik
Wah-wah, yang ini sudah sangat jelas
sekali. Untuk mengetahui fisik itu tidak
bisa hanya diwakili oleh selembar foto
dan suara dalam kaset. Eiiitt!! Tapi jangan
terburu-buru seperti cara Umar yang
menyingkap pakaian wanita untuk melihat
betis dan para sahabatnya yang
mengintip dari atap rumah. Bisa-bisa
kalau ketahuan bisa diteriaki MALING…!!!!
Jadi gimana dong?? Ketemu langsung
untuk mengetahui kurus atau gemuk,
seberapa tinggi dsb. Tentang fisik ini juga
menyakup tentang penyakit yang sedang
dan pernah diderita. Yang paling
penting…ketahui kekurangan fisik juga
yang lainya. Misal, dia tidak punya gigi
geraham,, hehe kan payah .. (^_^).
3. Ibadah dan pemahaman agama.
Ini menjadi sangat penting untuk
mengetahui kemampuan dan keimanan
seseorang. Dari ibadah yang dia lakukan
dan seberapa dalam pemahaman
agamanya. Ini untuk menghindari
kesalahan dalam berperilaku. Orang yang
paham agama dan beriman serta
bertakwa akan selalu berhati-hati dalam
bertindak dan berperilaku.
4. Akhlak yang biasa disebut Sifat.
Allah bilang kalo Muhammad itu diutus
utk memperbaiki akhlak manusia. Jadi
akhlak itu sgt penting utk diketahui. Ya
masing2 pihak hrs tahu dong gimana
sifat2 pihak lain apakah cengeng,
pemarah, dermawan, suka usil, sering
dengki dsb. Setuju ya??
5. Kondisi keluarga
Jika ta’aruf berlanjut ke arah pernikahan.
Pernikahan itu kan gak cuma menyatukan
dua org anak manusia tetapi juga dua
buah keluarga yg memiliki kondisi
berbeda,maka selayaknya sebelum terjadi
pernikahan keduanya harus saling
mengetahui kondisi keluarga masing-
masing. A ke B dan B ke A.
Ilmu Ta’aruf dari kitab Fiqih tentang
Pernikahan. Di pahami dan dijelaskan
melalui bahasa yang sederhana dan lebih
mudah dipahami.
salam santunku....^_^
Langganan:
Postingan (Atom)


















