Minggu, 08 Januari 2012

10 Amalan Yang Terbuang

assalamu'alaikum sahabat fillah...
berdasarkan pelajaran dari Ibnu 
Qayyim al-Jawziyyah itu, ada 
sepuluh hal yang terbuang alias 
menjadi limbah dari sosok-sosok 
hamba-Nya yang lemah, 
sebagaimana diri pribadi kita, 
yaitu: 

1. Pengetahuan, Terbuang 
percuma ketika hanya sebatas 
‘tahu’, tidak memperdalam agar 
menjadi lebih paham, tidak pula 
bertindak, tidak mengamalkan 
pengetahuan tersebut, bahkan 
tidak peduli pada orang lain 
yang belum berpengetahuan. 

2. Amalan kita, Ternyata bisa 
‘terbuang’ jika dilakukan dengan 
‘harap-harap pamrih’ alias tidak 
tulus ikhlas. 

3. Harta Kekayaan, memang 
sudah pasti ‘terbuang’, tak dapat 
dibawa mati. Namun bila uang, 
status kedudukan dan memiliki 
kekuasaan lalu dipergunakan 
untuk kemuliaan Islam dan 
ummat, dibelanjakan dengan 
penuh manfaat, dan beragam 
‘tabungan akhirat’, insya Allah 
akan ‘bebas limbah’, yang 
didapat adalah perbekalan buat 
kehidupan akhirat. 

4. Hati, hati kita terbuang karena 
kosong, menjadi limbah ketika 
jauh dari kasih sayang Allah 
ta’ala. Seharusnya perasaan 
kerinduan untuk senantiasa 
pergi kepada-Nya, berada di 
jalan-Nya dan perasaan damai 
serta kepuasan, penuh 
kesyukuran atas segala 
peristiwa skenario-Nya. 
Astaghfirrulloh, hati kita 
dipenuhi kebimbangan, 
kerinduan dengan sesuatu atau 
orang lain. 

5. Tubuh ini, jasad terbuang 
sebelum ‘benar-benar terkubur’ 
karena kita tidak 
menggunakannya untuk 
beribadah, padahal semua 
aktivitas si tubuh harus 
diniatkan karena-Nya, sebagai 
hamba Allah yang diciptakan 
untuk beribadah kepada-Nya. 

6. Cinta, jangan sembarang 
melukiskan maknanya, cinta 
emosional kita seringnya salah 
arah dan menjadi limbah, bukan 
cinta kepada Allah SWT, tetapi 
cinta terhadap sesuatu, impian 
nan berlebihan atau kepada 
orang lain. Padahal duhai diri, 
seharusnya cinta kepada-Mu 
selalu diutamakan, cinta kepada 
hal lain hanyalah nomor urut 
sekian dan sekian, sebagai 
sarana meningkatkan kualitas 
kecintaan kepada Sang Maha 
Cinta. 

7. Waktu, ia termahal, dan paling 
sering terbuang, tidak 
digunakan dengan benar, lalu 
berteriak, “Oh, bagaimana ini? 
Adakah kompensasi untuk 
penggantian waktu itu? 
Bagaimana mengulang yang 
telah berlalu?”. Duhai diri, tiada 
hal yang bisa mengulangi waktu 
—detik terus berdetak, mari 
jalankan amanah, dengan 
melakukan apa yang benar, 
memperbaiki diri terus-menerus 
untuk menebus perbuatan masa 
lalu, kelamnya hal buruk semoga 
tak terulang. 

8. Akal kita, bisa jadi tiada guna 
alias terbuang pada hal-hal yang 
tidak bermanfaat, yang 
merugikan masyarakat dan 
individu, mencomot harta rakyat 
ketika ‘berkolusi dan 
memperkuat sindikat’, bukan 
mengasah kecerdasan agar 
membawa manfaat untuk izzah 
ummat, bukan menjadikannya 
sebagai sumber renungan dan 
peningkatan kualitas diri. 

9. Pelayanan atau service, 
terbuang percuma ketika kita 
melayani keluarga, teman-teman, 
kerabat, dan sesama manusia 
namun ternyata hal tersebut 
tidak membawa kita makin 
dekat dengan Allah, atau hanya 
manfaat dunia ‘yang diimpikan’, 
padahal kita adalah ‘pelayan’ 
Allah, hamba-Nya, yang 
keseluruhan jiwa raga ini adalah 
milik-Nya. Seringkali kita lupa, 
merasa ‘sok hebat’ dengan 
memerintahkan Allah untuk 
selalu mengabulkan apa-apa 
yang kita mau, Allah limpahkan 
segala anugerah-Nya dari sejak 
kita berada dalam kandungan 
bunda, kalau banyak kesulitan 
‘mengadu dan bersimpuh’ untuk 
minta dimudahkan-Nya, 
sedangkan kalau sedang 
gembira, bersuka cita dalam 
gelimang tawa tanpa 
mengingat-Nya, dan kita makin 
besar kepala, 
Astaghfirrullohal’adzim… 

10. Dzikir, yang kita ‘dzikir’-kan 
itu terbuang kalau bukan 
dzikrulloh, karena tidak 
mempengaruhi kita, tak ada efek 
buat jiwa kita. Padahal 
seharusnya tatkala melihat 
kebesaran-Nya, memandang 
semua sudut alam-Nya, 
merasakan angin sejuk dan 
mentari nan hangat, dan 
mempergunakan indera lainnya, 
saat itu selalu ada dzikrulloh, 
dzikir kepada Sang Maha Kuasa 
tentu menentramkan jiwa, 
membuahkan kedamaian. 
"Allah mempersiapkan 
pengampunan dosa dan 
ganjaran yang mulia bagi kaum 
muslimin dan muslimat yang 
berdzikir." (QS. Al-Ahzab [33] : 
35) 

Semoga bermanfaat...salam dan senyum santun ana dipagi yg dingin ini tuk smua sahabat fillah ^__^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar